Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Festival Jogja Kota (FESTA) 2025 resmi dibuka pada Selasa (5/8/2025) di Main Entrance Taman Budaya Embung Giwangan. /Istimewa.
Jogja Gelar Festival Kota sebagai Bagian dari Rangkaian JKPI
JOGJA—Festival Jogja Kota (FESTA) 2025 resmi dibuka pada Selasa (5/8/2025) di Main Entrance Taman Budaya Embung Giwangan. Pembukaan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB ini menjadi momen awal dari rangkaian perayaan budaya kota yang memadukan semangat tradisi, kolaborasi lintas wilayah, dan narasi kebudayaan lokal.
Acara dimulai dengan penampilan pembuka dari empat gadis penari yang membawakan tarian bertema Kumandhang. Gerakan lembut dan ekspresif menjadi pengantar suasana perayaan yang sarat nilai-nilai budaya.

Turut hadir dalam pembukaan, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai tamu kehormatan yang mewakili semangat kolaborasi antardaerah dalam pelestarian pusaka budaya Indonesia.
Sambutan utama disampaikan oleh Yetti Martanti, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Ia menekankan bahwa FESTA tahun ini berbeda karena merupakan bagian dari rangkaian Rakernas XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). “Tahun ini, insyaallah akan hadir 68 anggota dari total 75 kota jaringan JKPI. Tema Kumandhang kami pilih sebagai upaya untuk menyuarakan nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta,” ujar Yetti.
Ia menjelaskan bahwa festival ini melibatkan partisipasi masyarakat dari 14 kemantren di Yogyakarta, yang terkonsentrasi dalam empat kawasan cagar budaya utama: Kraton, Kotabaru, Pakualaman, dan Kotagede. Masing-masing kawasan ini memiliki peran penting. Kraton dikenal sebagai pusat spiritual Jawa; Pakualaman merepresentasikan keteguhan tradisi; Kotagede adalah jejak kota tua yang masih berdenyut; dan Kotabaru mencerminkan pluralisme kota.
Yetti Martanti menambahkan bahwa tema Kumandhang sendiri mengandung makna yang dalam. “Karena sebenarnya ojo lali kumandhang, artinya kita jangan lupa dengan hal-hal yang menjadi nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta—dari semangat-semangat filosofi, gotong royong, kebersamaan—ini kemudian kita kuatkan lagi dalam acara Festival Kota Jogja ini, supaya dari leluhur itulah yang kemudian membangun kita bersama,” tegasnya.
BACA JUGA: Massa PSHT Geruduk Polres Sukoharjo, Pertanyakan Kasus Pembacokan
FESTA 2025 juga menghadirkan booth “Warung Kota” yang akan ditempatkan di berbagai wilayah sebagai representasi visual dan kuliner dari masing-masing kawasan. Selain itu, masyarakat akan disuguhkan musik kampung yang menampilkan kekayaan musikal dari warga lokal.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh H. Hidayat, memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Sebagai simbol peresmian pembukaan, dilakukan pemotongan tumpeng nasi kuning oleh Yetti Martanti. Potongan tumpeng tersebut diserahkan kepada perwakilan dari empat kawasan cagar budaya: Kotagede, Pakualaman, Kraton, dan Kotabaru. Simbolisasi kemudian dilanjutkan dengan pemberian kendi oleh para penari kepada empat perwakilan kawasan tersebut. Kendi berisi air kemudian ditumpahkan sebagai lambang mata air kehidupan dan semangat kerja sama lintas wilayah.
Dengan semangat resiliensi dan kolaborasi, FESTA 2025 menjadi ruang pertemuan antar masyarakat dan wilayah, yang tidak hanya merayakan budaya tetapi juga memperkuat jejaring kota pusaka dalam konteks kekinian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.