Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Suasana Pelaksanaan Slamet Trail Run 2025, Minggu (19/10/2025).
PURBALINGGA—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong setiap ajang pariwisata olahraga (sport tourism) di wilayahnya agar dibarengi dengan aksi dan upaya pelestarian lingkungan.
Sebab, semakin banyak event lomba lari yang diselenggarakan di alam, termasuk di gunung-gunung yang ada di provinsi ini.
"Trail run bukan sekedar olahraga. Tentu saja kita ingin menumbuhkan rasa kecintaan kepada alam," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno dalam Konferensi pers Slamet Trail Run 2025 di Ruang Andrawina, Hotel Owabong, Kabupaten Purbalingga, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Oleh karenanya, dalam ajang-ajang sport tourism kedepannya, Sumarno mendorong agar penyelenggaranya menyertakan kegiatan aksi dan kampanye pelestarian lingkungan.
"Nanti kita bisa bikin event olahraga dengan kolaborasi bersama pegiat lingkungan. Apakah itu bentuknya penanaman pohon bersama-sama, membersihkan sungai dan sebagainya," ucapnya.
Dengan begitu, dikatakan Sumarno, setiap event olahraga mampu menumbuhkan ekonomi wilayah, pelestarian lingkungan, nilai sosial, dan sebagainya.
Menurut dia, kampanye pelestarian lingkungan menjadi penting. Terlebih, gunung merupakan tandon yang menyimpan sumber daya air. Tangkapan air penting untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, perikanan, serta mencegah bencana alam banjir baik di wilayah hulu maupun hilir.
Sebagai informasi, sebanyak 1.000 peserta tercatat mengikuti ajang lomba lari Slamet Trail Run 2025 pada Minggu, 19 Oktober 2025 pagi.
Kegiatan pariwisata olahraga (sport tourism) di gunung tertinggi di Jawa Tengah itu dimulai dan finis di D’las, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.
Sekda Provinsi Jateng, Sumarno juga menjadi peserta dalam ajang tersebut untuk kategori 25K.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Muhamad Masrofi, mengatakan, ajang lari internasional itu diikuti 56 persen peserta dari wilayah sekitar. Kemudian 32 persen dari luar Jateng.
"Lima peserta lain dari luar negeri. Di antaranya dari Zimbabwe," katanya.
Dalam ajang tersebut, para peserta terbagi pada tiga pilihan kategori. Di antaranya 25K, 14K dan 5K.
Masrofi mengatakan, sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, kegiatan sport tourism agar diperbanyak. Salah satunya ajang olahraga lari lintas alam tersebut.
"Harapannya ini bisa jadi ajang trail run unggulan di Indonesia dan intetnasional.
Kalau sukses, maka bisa dikembangkan dengan Lawu Trail Run, Sumbing Sindoro Trail Run, dan lainnya," kata dia.
Untuk diketahui, sejumlah gunung-gunung di Jawa Tengah juga telah dijamah kegiatan trail run. Seperti di Gunung Merbabu, Merapi, Lawu, hingga Geopark Kebumen. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.