Pertamina SMEXPO 2026 Dorong UMKM Naik Kelas
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.
Salah satu kegiatan pembangunan infrastruktur jalan di Bantul/ Pemkab Bantul
Pembangunan infrastruktur jalan berperan vital mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan wilayah. Di Bantul, peningkatan kemantapan jalan menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Bantul guna memperlancar mobilitas barang dan jasa, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah. Meski begitu, dalam pelaksanaannya masih ditemui berbagai tantangan, baik dari aspek teknis, pendanaan, maupun sosial-lingkungan.
Berdasarkan Keputusan Bupati Bantul No. 554/2025 tentang Status Jalan dan Jembatan Kabupaten, tercatat ada 1.001 ruas jalan kabupaten dengan panjang total mencapai 1.210,72 kilometer. Jumlah ruas jalan yang cukup banyak tersebut menjadi tantangan besar bagi Pemkab untuk memastikan seluruh jaringan jalan dalam kondisi mantap dan merata di 17 kapanewon di Kabupaten Bantul.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, menyebutkan keberadaan jalan yang mantap dan terhubung dengan baik akan mempercepat arus distribusi, meningkatkan aksesibilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lokal.
“Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas dan kemantapan jalan melalui berbagai program pembangunan dan pemeliharaan secara berkelanjutan,” katanya, Rabu (22/10).
Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur jalan di Bantul adalah keterbatasan anggaran. Meskipun kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan jalan terus meningkat, ketersediaan dana seringkali belum seimbang dengan kebutuhan riil di lapangan. Selain itu, prioritas penggunaan dana untuk sektor lain serta keterbatasan transfer dari Pusat turut menjadi kendala dalam menjaga kemantapan
jaringan jalan.
Sementara dari sisi teknis, kondisi geografis dan topografi Kabupaten Bantul yang beragam juga menjadi tantangan. Wilayah utara seperti Sewon, Banguntapan, dan Kasihan merupakan dataran rendah, sedangkan wilayah selatan dan timur seperti Dlingo, Imogiri, dan Piyungan didominasi area perbukitan.
Kondisi tersebut membuat biaya konstruksi dan pemeliharaan jalan di beberapa lokasi menjadi lebih tinggi, serta rawan terhadap kerusakan akibat erosi dan longsor. “Selain itu, peningkatan volume lalu lintas dan beban kendaraan berat turut mempercepat kerusakan jalan, terutama pada ruas yang belum dirancang untuk menanggung beban berlebih,” ujar Jimmy.
Tantangan lain datang dari aspek koordinasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor,
seperti antara DPUPKP Bantul, Bappeda Bantul, dan pemerintah kalurahan masih perlu ditingkatkan agar penanganan kebutuhan jalan lebih tepat sasaran. Dari sisi sosial-lingkungan, pembebasan lahan dan pengelolaan dampak lingkungan masih menjadi persoalan klasik.
Proses pembebasan lahan sering membutuhkan waktu lama dan biaya tinggi, sementara pembangunan juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, termasuk sistem drainase dan konservasi lahan.
Strategi Penanganan
Untuk itu, Pemkab Bantul telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya adalah optimalisasi perencanaan berbasis data agar prioritas pembangunan dapat ditetapkan secara objektif dan efisien. Selain itu juga pemanfaatan dana alternatif. Pada 2025, Pemkab melalui APBD mengalokasikan sekitar Rp61 miliar untuk pemeliharaan dan peningkatan 99 ruas jalan kabupaten.
Selain itu, Pemkab juga memanfaatkan dana dari Pusat, seperti pembangunan jalan nasional Yogyakarta-Batas Kota Bantul dengan anggaran sekitar Rp15 miliar, serta proyek Inpres Jalan Daerah di ruas Kasihan-Bangunjiwo dengan nilai kontrak Rp16 miliar yang dibiayai APBN. Ada juga penerapan teknologi tepat guna, melalui penggunaan material berkelanjutan dan metode konstruksi ramah lingkungan.
Strategi lainnya adalah peningkatan kapasitas SDM teknis, terutama dalam perencanaan, pengawasan, dan pemeliharaan jalan; pelibatan masyarakat dan pemerintah kalurahan sejak tahap perencanaan, guna menumbuhkan rasa memiliki dan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur.
Secara keseluruhan, pembangunan infrastruktur jalan di Bantul merupakan komponen strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan, diharapkan pembangunan infrastruktur jalan di Bantul tidak hanya menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.” (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.
Max Verstappen meraih kemenangan perdana F1 2026 di GP Bahrain yang digelar di Sepang, mengungguli Kimi Antonelli dan Lewis Hamilton.
Jadwal SIM Sleman Oktober 2026 mencakup Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE. Senin 5 Oktober tersedia di MPP Sleman.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.