Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Bantu Percepat Pemadaman Kebakaran Bromo
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan (ketiga dari kiri) menyalakan sentir untuk seremonial pembukaan FAY 2025 di Pasar PASTY pada Sabtu (25/10/2025). (Stefani Yulindriani)
JOGJA—Festival Angkringan Yogyakarta (FAY) 2025 yang digelar di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) resmi berakhir. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja berharap penyelenggaraan festival ini dapat mendorong peningkatan kunjungan masyarakat ke Pasar PASTY pada masa mendatang.
Kepala UPT Pusat Bisnis Dinas Perdagangan Kota Jogja, Agung Dini Wahyudi Soelistyo, menyampaikan bahwa FAY merupakan agenda rutin yang telah digelar untuk ketiga kalinya. Menurutnya, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan masyarakat ke kawasan selatan Kota Jogja, khususnya di area Pasar PASTY.
“Festival ini tidak hanya menghadirkan kuliner angkringan, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM nonangkringan serta hiburan bagi pengunjung. Potensi pasar tidak hanya soal jual beli konvensional, tetapi juga pemanfaatan lahan dan area yang bisa dioptimalkan untuk kegiatan seperti ini,” katanya, Rabu (29/10/2025).
Agung menyebut, selama penyelenggaraan festival, jumlah pengunjung tercatat lebih dari 14.000 orang. Evaluasi pelaksanaan akan dilakukan pada periode September hingga November 2025 untuk menilai dampak ekonomi serta kesiapan penyelenggaraan acara serupa di masa depan.
“Kendala terbesar biasanya pada faktor cuaca karena kegiatan bersifat outdoor. Ke depan, kegiatan seperti ini idealnya digelar sebelum memasuki musim hujan agar pengunjung tetap nyaman,” ujarnya.
Agung menambahkan, konsep acara akan terus dikembangkan agar semakin menarik minat masyarakat. Ia berharap penyelenggaraan festival dapat berdampak lebih luas dalam promosi dan pemberdayaan pasar rakyat, sekaligus meningkatkan kesadaran (awareness) dan keterlibatan (engagement) masyarakat terhadap pasar tradisional.
Sementara itu, Kepala Disdag Kota Jogja, Veronica Ambar, mengatakan penyelenggaraan FAY 2025 di Pasar PASTY merupakan upaya untuk mempromosikan potensi khas yang dimiliki pasar tersebut. Ia menjelaskan, Pasar PASTY memiliki komoditas utama berupa hewan, kebutuhan hewan, serta tanaman hias, dengan sasaran utama konsumen pecinta hewan dan tanaman.
“Segmen pasar ini membuat kunjungan biasanya lebih ramai pada akhir pekan. Namun, melalui kegiatan seperti FAY, kami berharap kunjungan pada hari kerja juga bisa meningkat,” ungkapnya.
Veronica menilai konsep FAY yang menghadirkan puluhan pedagang angkringan menjadi daya tarik tersendiri karena mengangkat budaya khas masyarakat Jogja. Suasana santai dan interaktif di area angkringan dinilai mampu menghadirkan kehangatan sekaligus menarik minat pengunjung baru.
“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengenal potensi Pasar PASTY. Sekarang fasilitasnya juga sudah lebih lengkap, ada area skateboard dan playground anak yang menambah kenyamanan pengunjung,” tambahnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.