Lari Sambil Berbagi, Gelaran Borobudur 100 Hadirkan Harapan untuk Penyandang Cerebral
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan (ketiga dari kiri) menyalakan sentir untuk seremonial pembukaan FAY 2025 di Pasar PASTY pada Sabtu (25/10/2025). (Stefani Yulindriani)
JOGJA—Festival Angkringan Yogyakarta (FAY) 2025 yang digelar di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) resmi berakhir. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja berharap penyelenggaraan festival ini dapat mendorong peningkatan kunjungan masyarakat ke Pasar PASTY pada masa mendatang.
Kepala UPT Pusat Bisnis Dinas Perdagangan Kota Jogja, Agung Dini Wahyudi Soelistyo, menyampaikan bahwa FAY merupakan agenda rutin yang telah digelar untuk ketiga kalinya. Menurutnya, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan masyarakat ke kawasan selatan Kota Jogja, khususnya di area Pasar PASTY.
“Festival ini tidak hanya menghadirkan kuliner angkringan, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM nonangkringan serta hiburan bagi pengunjung. Potensi pasar tidak hanya soal jual beli konvensional, tetapi juga pemanfaatan lahan dan area yang bisa dioptimalkan untuk kegiatan seperti ini,” katanya, Rabu (29/10/2025).
Agung menyebut, selama penyelenggaraan festival, jumlah pengunjung tercatat lebih dari 14.000 orang. Evaluasi pelaksanaan akan dilakukan pada periode September hingga November 2025 untuk menilai dampak ekonomi serta kesiapan penyelenggaraan acara serupa di masa depan.
“Kendala terbesar biasanya pada faktor cuaca karena kegiatan bersifat outdoor. Ke depan, kegiatan seperti ini idealnya digelar sebelum memasuki musim hujan agar pengunjung tetap nyaman,” ujarnya.
Agung menambahkan, konsep acara akan terus dikembangkan agar semakin menarik minat masyarakat. Ia berharap penyelenggaraan festival dapat berdampak lebih luas dalam promosi dan pemberdayaan pasar rakyat, sekaligus meningkatkan kesadaran (awareness) dan keterlibatan (engagement) masyarakat terhadap pasar tradisional.
Sementara itu, Kepala Disdag Kota Jogja, Veronica Ambar, mengatakan penyelenggaraan FAY 2025 di Pasar PASTY merupakan upaya untuk mempromosikan potensi khas yang dimiliki pasar tersebut. Ia menjelaskan, Pasar PASTY memiliki komoditas utama berupa hewan, kebutuhan hewan, serta tanaman hias, dengan sasaran utama konsumen pecinta hewan dan tanaman.
“Segmen pasar ini membuat kunjungan biasanya lebih ramai pada akhir pekan. Namun, melalui kegiatan seperti FAY, kami berharap kunjungan pada hari kerja juga bisa meningkat,” ungkapnya.
Veronica menilai konsep FAY yang menghadirkan puluhan pedagang angkringan menjadi daya tarik tersendiri karena mengangkat budaya khas masyarakat Jogja. Suasana santai dan interaktif di area angkringan dinilai mampu menghadirkan kehangatan sekaligus menarik minat pengunjung baru.
“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengenal potensi Pasar PASTY. Sekarang fasilitasnya juga sudah lebih lengkap, ada area skateboard dan playground anak yang menambah kenyamanan pengunjung,” tambahnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.