8 Hari Ajang Sepeda Dunia Berpusat di Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto saat memberikan pernyataan di Gedung DPRD DIY, Selasa (4/11/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA—Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat seiring memasuki puncak musim hujan di wilayah DIY. Ia juga meminta pemerintah daerah di semua tingkatan untuk memperkuat edukasi dan mitigasi bencana guna menekan risiko yang mungkin terjadi.
Eko menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi mencakup berbagai fenomena cuaca ekstrem yang dapat berdampak serius terhadap keselamatan dan ekonomi masyarakat.
“Hidrometeorologi itu fenomena cuaca atau proses alam yang bisa menyebabkan kerusakan dan kehilangan, baik nyawa maupun harta benda. Contohnya seperti hujan ekstrem, angin kencang, banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Berdasarkan catatan hingga awal November 2025, sejumlah peristiwa terkait cuaca ekstrem telah terjadi di berbagai wilayah DIY. Menurut Eko, kondisi tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan bersama.
“Dari Januari sampai awal November, tercatat beberapa kejadian yang perlu diantisipasi, seperti banjir dan angin kencang, bahkan juga masih ada aktivitas vulkanik di utara,” katanya.
Eko menilai, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak bencana. Ia mendorong agar pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kalurahan, aktif memberikan edukasi mitigasi bencana kepada warga.
“Pemerintah perlu terus melakukan edukasi agar masyarakat tangguh menghadapi bencana, tahu bagaimana langkah pencegahan dan penanganannya,” jelasnya.
Selain itu, Eko juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia menilai aplikasi resmi BMKG dapat membantu warga mengetahui prakiraan cuaca secara akurat.
“Saya imbau warga mengunduh dan memantau aplikasi BMKG. Dengan begitu, bisa tahu kondisi cuaca terkini dan menyesuaikan rencana kegiatan agar lebih aman,” tuturnya.
Eko menambahkan, dalam kondisi cuaca ekstrem, masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. “Kalau tidak terlalu penting, lebih baik tetap di rumah atau di tempat kerja. Kalau pun harus beraktivitas di luar, siapkan perlindungan dari hujan dan jaga daya tahan tubuh,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga meminta Pemda DIY memprioritaskan kebijakan penanggulangan bencana. “Mitigasi dan penanganan bencana harus menjadi prioritas. Pemerintah perlu memastikan seluruh perangkat siaga, mulai dari kesiapan peralatan, relawan, hingga jalur evakuasi,” kata Eko. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.