Harper Malioboro Jogja Salurkan 3 Kambing Kurban, Ini Tujuannya
Harper Malioboro Yogyakarta donasikan 3 kambing kurban ke dua masjid sekitar. Wujud kepedulian sosial di Iduladha 1447 H.
Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia (YGSI) kembali menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan bantuan material kepada 11 padukuhan di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. /Istimewa.
BANTUL-Dalam upaya memperkuat pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat, Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia (YGSI) kembali menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan bantuan material kepada 11 padukuhan di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Program ini terlaksana berkat dukungan dana dari Kabupaten Uiseong, Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan, yang menjadi mitra dalam pengembangan Program Pembangunan Desa Percontohan Saemaul di Kalurahan Muntuk, Bantul.
Kegiatan serah terima bantuan material yang dilaksanakan di Sanggar Budaya Singo Dongso, Situs Sumur Tembogo Muntuk ini menjadi momentum penting dalam pembukaan Desa Percontohan Saemaul Baru di Kalurahan Muntuk. Acara dihadiri oleh Presiden Direktur dan perwakilan Saemaul Foundation Korea Selatan, Pemerintah Kabupaten Bantul, Pemerintah Kalurahan Muntuk, serta para tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ir. Fenty Yusdayati, yang mewakili Bupati Kabupaten Bantul menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada YGSI dan Saemaul Foundation atas dukungan nyata mereka dalam pembangunan pedesaan.
“Bantuan ini bukan hanya berupa material fisik, tetapi juga investasi terhadap nilai-nilai luhur seperti kemandirian, kerja keras, dan gotong royong yang menjadi inti gerakan Saemaul,” ujarnya.
Melalui program ini, setiap padukuhan menerima bantuan material senilai Rp30 juta, yang akan digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas fasilitas umum seperti, pembuatan bangket jalan, perbaikan jalan, serta sarana lain.
Sementara itu, Direktur Kantor Saemaul Foundation Kantor Perwakilan Indonesia, Seunghoon Hong dalam laporannya juga menyampaikan bahwa program di Kalurahan Muntuk tidak berhenti pada bantuan material saja, namun ada program lain yang telah disiapkan seperti, Ruang Digital, rencana Pembangunan Lumbung Mataraman Saemaul, serta pelatihan-pelatihan yang menunjang peningkatan kapasitas masyarakat.
Dengan semangat “Saemaul Undong” gerakan yang menekankan disiplin, kerja keras, dan gotong royong, masyarakat Muntuk diharapkan dapat terus berpartisipasi aktif dalam mengelola dan memanfaatkan bantuan ini demi kesejahteraan bersama.
Acara ditutup dengan serah terima material secara simbolis dan foto bersama, menandai langkah baru menuju Muntuk sebagai desa percontohan Saemaul di Bantul. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harper Malioboro Yogyakarta donasikan 3 kambing kurban ke dua masjid sekitar. Wujud kepedulian sosial di Iduladha 1447 H.
Harga emas Antam turun Rp13.000 jadi Rp2.785.000 per gram hari ini. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru.
Harper Malioboro Yogyakarta donasikan 3 kambing kurban ke dua masjid sekitar. Wujud kepedulian sosial di Iduladha 1447 H.
Pemkot Jogja larang plastik saat Iduladha 2026. Warga diminta pakai besek dan wadah ramah lingkungan untuk kurangi sampah.
Muhammadiyah tegaskan kurban sebagai perekat sosial di Idul Adha 2026. Sebanyak 20 sapi didistribusikan untuk masyarakat membutuhkan.
Program penghapusan denda PBB Sleman hasilkan Rp4,4 miliar, bantu warga dan dongkrak PAD 2026.