Kraton Dorong Museum Jadi Ruang Interaktif dan Inklusif bagi Anak
Kraton Yogyakarta mendorong museum bertransformasi menjadi ruang belajar yang interaktif dan inklusif bagi anak-anak melalui penyelenggaraan Gya!Dolan Sesarenga
PLN UP3 Yogyakarta mengedukasi keselamatan ketenagalistrikan dan PLN Mobile kepada siswa SMA Negeri 8 Jogja dalam rangka Bulan K3 Nasional. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta memperkuat edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada generasi muda dengan menggelar sosialisasi K3 dan pengenalan aplikasi PLN Mobile di SMA Negeri 8 Yogyakarta, Senin (10/2/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh 62 siswa kelas X dan XI. Sosialisasi dikemas secara interaktif agar materi keselamatan penggunaan listrik mudah dipahami sekaligus relevan dengan keseharian pelajar.
Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami potensi bahaya kelistrikan di sekitar mereka serta cara mitigasi risiko yang tepat. Selain itu, PLN juga mengenalkan layanan digital PLN Mobile sebagai sarana akses layanan kelistrikan yang praktis dan mudah digunakan.
Salah satu peserta, Neta, siswi kelas X E8, mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut dan memperoleh banyak pengetahuan baru terkait kelistrikan.
“Sosialisasinya seru banget. Pertama kami jadi tahu sejarah PLN itu bagaimana, lalu dijelaskan juga tentang bahaya-bahaya yang bisa terjadi kalau kita berada di dekat aliran listrik, sekaligus bagaimana mitigasinya,” ujarnya.
Antusiasme siswa juga terlihat pada sesi interaktif di akhir kegiatan. Nurin, siswi kelas X E8, mengatakan sesi kuis menjadi bagian yang paling menarik sekaligus menambah pemahaman tentang layanan PLN.
“Di akhir kegiatan kami dikasih kuis yang seru dan diperkenalkan dengan aplikasi PLN Mobile. Aplikasinya usefull banget dan membantu banget. Perasaanku senang banget, kakak-kakaknya interaktif, banyak ilmu yang bermanfaat, jadi nggak bosen,” tuturnya.
Pihak sekolah memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Staf Humas SMA Negeri 8 Yogyakarta, Muhammad Irwan Darmawan, menilai sosialisasi ini sangat penting dalam memberikan edukasi keselamatan kelistrikan kepada siswa.
“Siswa-siswa sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini. Penyampaiannya menarik, ada doorprize yang baik, dan yang terpenting informasi tentang keselamatan kelistrikan dan lingkungan bisa tersampaikan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga menilai pengenalan layanan digital PLN Mobile sangat relevan bagi pelajar di era digital saat ini. Menurutnya, aplikasi tersebut memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kelistrikan.
“Pelaporan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile sangat memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan PLN. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar memberikan pembelajaran kepada masyarakat, khususnya siswa-siswi, tentang keselamatan ketenagalistrikan,” tambahnya.
Dari sisi PLN, Pelaksana Harian (PLH) Manager PLN UP3 Yogyakarta, Wiwit Supriyadi, menegaskan bahwa keselamatan merupakan aspek utama dalam pemanfaatan energi listrik. Ia menilai usia sekolah menjadi fase penting untuk menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini.
“Keselamatan merupakan hal yang utama bagi kita semua sebagai pengguna energi listrik. PLN berkomitmen untuk terus memberikan edukasi agar seluruh masyarakat, mulai dari jenjang sekolah, sudah teredukasi terkait mitigasi keselamatan kelistrikan,” jelasnya.
Wiwit juga mendorong pemanfaatan aplikasi PLN Mobile sebagai sarana layanan kelistrikan berbasis digital yang dapat diakses melalui gawai.
“Kami juga mendorong masyarakat untuk menggunakan aplikasi PLN Mobile karena dapat memudahkan pelanggan dalam mengakses seluruh layanan PLN secara cepat dan mudah,” pungkas Wiwit.
Melalui sosialisasi ini, PLN UP3 Yogyakarta berharap kesadaran generasi muda terhadap keselamatan ketenagalistrikan terus meningkat, seiring dengan pemanfaatan layanan digital PLN dalam aktivitas sehari-hari. (Advetorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kraton Yogyakarta mendorong museum bertransformasi menjadi ruang belajar yang interaktif dan inklusif bagi anak-anak melalui penyelenggaraan Gya!Dolan Sesarenga
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o