Bedah Buku Home Power, Dorong Peran Keluarga Tumbuhkan Minat Baca

Media Digital
Media Digital Sabtu, 18 April 2026 05:17 WIB
Bedah Buku Home Power, Dorong Peran Keluarga Tumbuhkan Minat Baca

Bedah buku Home Power: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup yang digelar DPAD DIY bekerja sama dengan DPRD DIY di SDIT Insan Utama Bantul, Jumat (17/5)./ Kiki Luqman

 Upaya menumbuhkan budaya literasi tak bisa hanya bertumpu pada sekolah atau perpustakaan semata. Lingkungan keluarga justru menjadi fondasi awal yang menentukan tumbuhnya minat baca anak.

Hal inilah yang mengemuka dalam kegiatan bedah buku Home Power: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup yang digelar DPAD DIY bekerja sama dengan DPRD DIY di SDIT Insan Utama Bantul, Jumat (17/5). Kegiatan ini menghadirkan anggota Komisi A DPRD DIY, Sigit Nursyam Priyanto, serta Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, sebagai narasumber.

Zulfa menjelaskan pemilihan lokasi kegiatan di lingkungan sekolah bukan tanpa alasan. Menurutnya, sekolah menjadi bagian penting dari pembentukan minat baca, selain keluarga sebagai lingkungan terdekat anak. “Kalau kita berbicara tentang minat baca, itu tidak hanya di hilirnya. Hulunya juga harus diperhatikan. Lingkungan sekolah dan juga rumah tangga punya peran besar dalam menumbuhkan minat baca, khususnya anakanak,” ujarnya.

Ia menambahkan isi buku Home Power menekankan pentingnya suasana rumah yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk dalam membangun kebiasaan membaca. Informasi semacam ini, kata dia, perlu diketahui tidak hanya oleh siswa, tetapi juga orang tua dan guru. “Informasi dalam buku ini penting untuk disampaikan kepada wali murid, orang tua, dan guru. Supaya upaya menumbuhkan minat baca bisa dimulai dari keluarga dan diperkuat di sekolah,” katanya.

Lebih lanjut, Zulfa menyebut kegiatan bedah buku ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan peran perpustakaan kepada masyarakat secara lebih luas. Ia menegaskan, perpustakaan saat ini tidak hanya identik dengan buku, tetapi juga menyediakan berbagai layanan yang bisa dimanfaatkan publik. “Harapannya, selain meningkatkan minat baca, masyarakat juga semakin mengenal layanan perpustakaan, termasuk yang ada di Gratama Pustaka,” ucapnya.

Sementara itu, Sigit Nursyam Priyanto dalam paparannya menyoroti pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat kembali yang nyaman bagi setiap anggota keluarga. Ia menekankan, rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang emosional yang memberi ketenangan. Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW menjadikan rumah sebagai tempat untuk menenangkan diri setelah menghadapi berbagai persoalan di masyarakat. “Rumah itu benar-benar menjadi tempat recharge.

Di tengah kelelahan menghadapi yang menenangkan,” ungkapnya. Menurut Sigit, kondisi tersebut relevan dengan kehidupan saat ini. Banyak orang merasa nyaman di luar rumah, tetapi justru kehilangan ketenangan saat berada di dalamnya. Padahal, rumah seharusnya menjadi tempat paling aman untuk melepas beban.

Ia meyakini, makna rumah dalam perspektif yang lebih luas, yakni bukan hanya soal f isik bangunan, tetapi keberadaan orangorang yang dicintai di dalamnya. “Kamu boleh keliling dunia dan menemukan banyak tempat singgah, tapi pada akhirnya akan kembali ke rumah. Dan rumah itu bukan sekadar bangunan, melainkan tempat di mana orang-orang yang kita cintai berada,” tuturnya.

Sigit menilai pesan dalam buku Home Power penting untuk dipahami masyarakat, terutama dalam membangun keluarga yang harmonis sekaligus mendukung tumbuhnya budaya literasi. “Ini menjadi pemicu agar masyarakat mau membaca bukunya secara utuh. Jangan sampai realitas sosial, rumah menjadi tempat kembali minat baca justru menurun,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online