Badan Mutu KKP Yogyakarta-BBPOM Sinergi Jaga Mutu dan Keamanan Produk Perikanan
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Bedah buku Home Power: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup yang digelar DPAD DIY bekerja sama dengan DPRD DIY di SDIT Insan Utama Bantul, Jumat (17/5)./ Kiki Luqman
Upaya menumbuhkan budaya literasi tak bisa hanya bertumpu pada sekolah atau perpustakaan semata. Lingkungan keluarga justru menjadi fondasi awal yang menentukan tumbuhnya minat baca anak.
Hal inilah yang mengemuka dalam kegiatan bedah buku Home Power: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup yang digelar DPAD DIY bekerja sama dengan DPRD DIY di SDIT Insan Utama Bantul, Jumat (17/5). Kegiatan ini menghadirkan anggota Komisi A DPRD DIY, Sigit Nursyam Priyanto, serta Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, sebagai narasumber.
Zulfa menjelaskan pemilihan lokasi kegiatan di lingkungan sekolah bukan tanpa alasan. Menurutnya, sekolah menjadi bagian penting dari pembentukan minat baca, selain keluarga sebagai lingkungan terdekat anak. “Kalau kita berbicara tentang minat baca, itu tidak hanya di hilirnya. Hulunya juga harus diperhatikan. Lingkungan sekolah dan juga rumah tangga punya peran besar dalam menumbuhkan minat baca, khususnya anakanak,” ujarnya.
Ia menambahkan isi buku Home Power menekankan pentingnya suasana rumah yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk dalam membangun kebiasaan membaca. Informasi semacam ini, kata dia, perlu diketahui tidak hanya oleh siswa, tetapi juga orang tua dan guru. “Informasi dalam buku ini penting untuk disampaikan kepada wali murid, orang tua, dan guru. Supaya upaya menumbuhkan minat baca bisa dimulai dari keluarga dan diperkuat di sekolah,” katanya.
Lebih lanjut, Zulfa menyebut kegiatan bedah buku ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan peran perpustakaan kepada masyarakat secara lebih luas. Ia menegaskan, perpustakaan saat ini tidak hanya identik dengan buku, tetapi juga menyediakan berbagai layanan yang bisa dimanfaatkan publik. “Harapannya, selain meningkatkan minat baca, masyarakat juga semakin mengenal layanan perpustakaan, termasuk yang ada di Gratama Pustaka,” ucapnya.
Sementara itu, Sigit Nursyam Priyanto dalam paparannya menyoroti pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat kembali yang nyaman bagi setiap anggota keluarga. Ia menekankan, rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang emosional yang memberi ketenangan. Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW menjadikan rumah sebagai tempat untuk menenangkan diri setelah menghadapi berbagai persoalan di masyarakat. “Rumah itu benar-benar menjadi tempat recharge.
Di tengah kelelahan menghadapi yang menenangkan,” ungkapnya. Menurut Sigit, kondisi tersebut relevan dengan kehidupan saat ini. Banyak orang merasa nyaman di luar rumah, tetapi justru kehilangan ketenangan saat berada di dalamnya. Padahal, rumah seharusnya menjadi tempat paling aman untuk melepas beban.
Ia meyakini, makna rumah dalam perspektif yang lebih luas, yakni bukan hanya soal f isik bangunan, tetapi keberadaan orangorang yang dicintai di dalamnya. “Kamu boleh keliling dunia dan menemukan banyak tempat singgah, tapi pada akhirnya akan kembali ke rumah. Dan rumah itu bukan sekadar bangunan, melainkan tempat di mana orang-orang yang kita cintai berada,” tuturnya.
Sigit menilai pesan dalam buku Home Power penting untuk dipahami masyarakat, terutama dalam membangun keluarga yang harmonis sekaligus mendukung tumbuhnya budaya literasi. “Ini menjadi pemicu agar masyarakat mau membaca bukunya secara utuh. Jangan sampai realitas sosial, rumah menjadi tempat kembali minat baca justru menurun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.