Festival Langencarita DIY 2026 Tanamkan Cinta Alam pada Anak

Media Digital
Media Digital Sabtu, 09 Mei 2026 18:02 WIB
Festival Langencarita DIY 2026 Tanamkan Cinta Alam pada Anak

Festival Langencarita DIY 2026 digelar di Militaire Societeit yang berada di kompleks Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026).Harian Jogja - Stefani Yulindriani

JOGJA—Festival Langencarita DIY 2026 digelar di Militaire Societeit yang berada di kompleks Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini mengusung tema Cinta Alam dan Kesadaran Lingkungan sebagai upaya menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menegaskan bahwa Festival Langencarita bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ruang pembelajaran budaya yang berakar pada pemikiran Ki Hajar Dewantara. Melalui seni pertunjukan, anak-anak diajak membentuk karakter, budi pekerti, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Semoga ini mampu memberikan kesadaran kepada kita semua, khususnya anak-anak. Ketika mereka menjadi pohon, sungai, atau melakukan artistik yang menggambarkan alam, itu akan menumbuhkan kecintaan kepada alam,” ujarnya.

Anak Tampilkan Ekosistem Alam Lewat Seni Pertunjukan

Dalam festival ini, peserta anak-anak menampilkan berbagai pertunjukan bertema ekosistem alam. Mereka mengenakan kostum seperti pohon, air, dan elemen alam lainnya. Konsep ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman sekaligus kecintaan anak terhadap lingkungan.

Dian menambahkan, tema tahun ini sejalan dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, yaitu menjaga keharmonisan dan kelestarian alam. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang belajar bersama bagi masyarakat.

“Semoga Langencarita 2026 tidak sekadar menjadi malam pertunjukan, tetapi menjadi ruang pembelajaran untuk kita semua,” katanya.

Penilaian: Seni, Karakter, dan Penghayatan

Juri Festival Langencarita 2026, Kinanti Sekar, menjelaskan bahwa penilaian mencakup aspek wicara atau tembang, wirama (kesesuaian gerak dengan musik), wiraga (penguasaan gerak), dan wirasa (penghayatan karakter).

“Anak-anak tidak hanya tampil, tetapi juga belajar menembang, memahami musik, dan menghayati peran,” ujarnya.

Sementara itu, juri Wahyudi Purnama menekankan pentingnya nilai budi pekerti dalam setiap pertunjukan. Menurutnya, kreativitas sutradara dan pengolah pentas menjadi kunci tanpa meninggalkan kaidah seni.

Juri lainnya, Pardiman Djoyonegoro, berharap festival ini menjadi pengalaman pembelajaran, bukan sekadar kompetisi menang-kalah.

“Ini jangan menjadi kalah menang, tetapi pemicu untuk menjadi lebih baik,” katanya.

Daftar Pemenang Festival Langencarita DIY 2026

Festival Langencarita DIY 2026 menetapkan beberapa kategori penghargaan, yakni penyaji terbaik 1 hingga 5, dua nominasi pemain berbakat, serta tim karawitan terbaik.

Hasil penilaian:

Penyaji terbaik 1: Kabupaten Gunungkidul

Penyaji terbaik 2: Kabupaten Bantul

Penyaji terbaik 3: Kabupaten Sleman

Penyaji terbaik 4: Kabupaten Kulonprogo

Penyaji terbaik 5: Kota Jogja

Penilaian didasarkan pada kreativitas, inovasi, kesesuaian tema, serta kualitas pertunjukan. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online