Pemkab Bantul Optimalkan Peran dan Fungsi Sukarelawan

Media Digital
Media Digital Jum'at, 29 Mei 2026 12:42 WIB
Pemkab Bantul Optimalkan Peran dan Fungsi Sukarelawan

Sejumlah sukarelawan kebencanaan mengikuti sarasehan tentang Mitigasi Bencana Transisi Energi bersama Bupati Bantul dan Mbah Rono di Rumah Dinas Bupati Bantul, beberapa waktu lalu./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin

Pemkab Bantul Optimalkan Peran Sukarelawan untuk Penanganan Masalah Sosial dan Kemanusiaan

BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul terus mengoptimalkan peran dan fungsi relawan dalam penanganan persoalan sosial maupun kemanusiaan di tengah masyarakat. Keberadaan relawan dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kebencanaan, kemiskinan, hingga penanganan warga rentan.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan relawan memiliki kontribusi besar dalam mendukung kerja pemerintah daerah, terutama saat terjadi kondisi darurat maupun persoalan sosial yang membutuhkan penanganan cepat.

Menurut Halim, budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang tumbuh di masyarakat Bantul menjadi modal utama dalam membangun sistem penanganan kemanusiaan yang kuat dan berkelanjutan.

“Relawan merupakan mitra strategis pemerintah. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu warga yang membutuhkan, termasuk saat terjadi bencana, penanganan kemiskinan, maupun persoalan sosial lainnya,” kata Halim.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kapasitas relawan melalui pelatihan, koordinasi lintas sektor, serta penguatan jejaring antar komunitas. Dengan demikian, relawan diharapkan mampu bekerja secara cepat, tepat, dan terorganisir.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menilai keberadaan relawan selama ini sangat membantu pemerintah dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat kalurahan dan padukuhan.

Menurut Aris, relawan tidak hanya berperan dalam penanganan bencana alam, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial seperti membantu warga miskin, lansia, penyandang disabilitas, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

“Semangat relawan di Bantul luar biasa. Mereka bekerja dengan tulus membantu masyarakat tanpa pamrih. Ini menjadi kekuatan sosial yang harus dijaga dan diperkuat bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aris mengatakan kontribusi relawan di Bantul sangat besar. Bahkan, DIY dan Kabupaten Bantul selama ini dikenal sebagai salah satu pusat sukarelawan kemanusiaan di Indonesia. Hal itu terlihat dari banyaknya komunitas dan organisasi sosial yang aktif bergerak dalam kegiatan kemanusiaan.

Ia menyebut jumlah anggota SAR di DIY mencapai sekitar 9.000 orang. Selain itu, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) juga telah terbentuk hingga tingkat kalurahan sehingga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Menurut Aris, relawan Bantul tidak hanya bergerak saat terjadi bencana di wilayah sendiri, tetapi juga terlibat membantu penanganan bencana di berbagai daerah lain di Indonesia.

“Keunggulan relawan Bantul terletak pada solidaritas yang kuat, respons cepat terhadap bencana, serta semangat gotong royong tanpa mengharapkan imbalan. Karena itu jejaring relawan di Bantul sangat solid dan tangguh,” katanya.

Aris berharap sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat terus diperkuat agar penanganan masalah sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Bantul semakin optimal serta mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.(Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online