Indomaret dan SGM Gelar Lomba Mewarnai di SCH, Dihadiri Na Willa
Lebih dari 1.000 anak mengikuti Lomba Mewarnai Anak Indonesia Hebat di Sleman City Hall bersama Indomaret, SGM, dan Na Willa.
Lomba Mewarnai Anak Indonesia Hebat yang digelar melalui kolaborasi Indomaret dan SGM, Minggu (31/5/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Lebih dari 1.000 anak dari jenjang TK dan SD memadati Ballroom Malika, Sleman City Hall, dalam gelaran Lomba Mewarnai Anak Indonesia Hebat yang digelar melalui kolaborasi Indomaret dan SGM, Minggu (31/5/2026). Tingginya antusiasme peserta menjadikan acara ini sebagai salah satu kegiatan edukatif anak terbesar yang berlangsung di Yogyakarta pada akhir pekan lalu.
Peserta datang dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dengan membawa perlengkapan mewarnai masing-masing. Mereka berlomba menampilkan kreativitas terbaik melalui karya gambar yang telah disiapkan panitia.
Selain menjadi ajang kompetisi, lomba mewarnai tersebut juga dirancang sebagai sarana pengembangan kreativitas anak. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri, melatih kemampuan motorik, serta mengasah daya imajinasi peserta sejak usia dini.
Acara turut dihadiri sejumlah perwakilan dari Indomaret, SGM, dan Dinas Pendidikan. Dari pihak Indomaret hadir Tafan Russuardi selaku Branch Manager Indomaret Cabang Yogyakarta bersama Endow Firza yang menjabat Deputy Branch Manager.
Sementara itu, Dinas Pendidikan diwakili Ahmad Ritaudin selaku Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD yang hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan pengembangan kreativitas anak tersebut.
Dari pihak SGM dan Danone Indonesia, hadir Anugrah Joko Laksono (RBM Central Java), Tiara Maharani (KAM IDM Danone), Ananda Widayanti Putri (CSD SGM Manager), Febri Frans Sianturi (Consumer Activation & Partnership), Annisa Ardielia Putri (Head of Brand SGM), serta jajaran manajemen SGM lainnya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran Na Willa yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Sesi meet and greet yang digelar mendapat sambutan hangat dari para peserta dan orang tua yang hadir.
Ratusan anak tampak antusias mengikuti sesi interaksi langsung dan berfoto bersama Na Willa. Kehadiran figur yang dekat dengan anak-anak itu memberikan pengalaman tersendiri sekaligus menambah suasana meriah dalam rangkaian kegiatan edukatif tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta, panitia menyediakan total hadiah senilai Rp12 juta bagi para pemenang. Penghargaan diberikan kepada peserta yang berhasil menghasilkan karya terbaik sesuai kriteria penilaian yang telah ditetapkan.
Melalui penyelenggaraan Lomba Mewarnai Anak Indonesia Hebat, Indomaret dan SGM berharap semakin banyak anak memperoleh ruang untuk berekspresi dan mengembangkan potensi diri sejak usia dini. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, kreatif, dan berprestasi melalui kolaborasi antara dunia usaha dan pemangku kepentingan pendidikan.
Tingginya jumlah peserta yang mencapai lebih dari 1.000 anak menunjukkan bahwa kegiatan edukatif yang dikemas secara menarik masih menjadi pilihan masyarakat. Antusiasme tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Indomaret dan SGM untuk terus menghadirkan program-program positif yang mendukung pengembangan kreativitas serta karakter anak sebagai generasi penerus bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 1.000 anak mengikuti Lomba Mewarnai Anak Indonesia Hebat di Sleman City Hall bersama Indomaret, SGM, dan Na Willa.
Sebanyak 139 produk UMKM Desa Wisata Jatimulyo Kulonprogo resmi bersertifikat halal untuk mendukung pengembangan wisata halal dan UMKM lokal.
Disdik Jatim menyiapkan 1,49 juta PIN SPMB 2026. Hingga hari kelima, lebih dari 117 ribu pengajuan masuk dan 90 ribu PIN telah terbit.
Pemerintah mencoret CV, firma, dan PT umum dari penerima PPh Final UMKM 0,5% untuk menutup celah penghindaran pajak.
Lansia asal Karanganyar kehilangan Rp104 juta setelah dijanjikan berangkat haji tanpa antre. Kasus dugaan penipuan dilaporkan ke Polresta Solo.
Dua jemaah haji asal Sleman meninggal dunia pada musim haji 2026. Satu wafat saat pemberangkatan, satu lagi meninggal di Jeddah, Arab Saudi.