Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun dalam RUPST Tahun Buku 2025

Media Digital
Media Digital Selasa, 09 Juni 2026 10:02 WIB
Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun dalam RUPST Tahun Buku 2025

Direktur Legal & Compliance Andy Kelana, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Seno Soemadji, Direktur Network Nanang Hendarno, Direktur Enterprise & Business Service Veranita Yosephine, Direktur Utama Dian Siswarini, Direktur Human Capital Management Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Arthur Angelo Syailendra, Direktur IT Digital Faizal R. Djoemadi, Direktur Wholesale & Internasional Service Budi Satria Dharma Purba usai agenda RUPS Tahunan tahun buku 2025.

Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun dalam RUPST Tahun Buku 2025

Telkom membagikan dividen Rp21,9 triliun dan mengantongi persetujuan buyback saham Rp4 triliun dalam RUPST Tahun Buku 2025.

Telkom, dividen Telkom, Telkom bagikan dividen, dividen Rp21,9 triliun, RUPST Telkom 2025, buyback saham Telkom, saham Telkom, TLKM, Dian Siswarini, Telkom Indonesia, kinerja Telkom 2025, laba bersih Telkom, EBITDA Telkom, transformasi TLKM 30, pemegang saham Telkom, divestasi AdMedika, InfraNexia, data center Telkom, ekonomi digital, telekomunikasi Indonesia, BUMN digital, Bursa Efek Indonesia

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga memberikan lampu hijau terhadap program pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp4 triliun sebagai bagian dari strategi memperkuat nilai perusahaan dan menjaga stabilitas saham di tengah dinamika pasar.

Keputusan tersebut diambil dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar secara daring pada Senin (8/6/2026). Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan guna memperkuat kepemimpinan dan mempercepat agenda transformasi TelkomGroup sepanjang 2026.

Untuk tahun buku 2025, total dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp21,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp17,8 triliun berasal dari laba bersih Perseroan tahun 2025, sedangkan sekitar Rp4,2 triliun berasal dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.

Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat dilakukan pada 10 Juli 2026. Sementara itu, pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan saham Telkom di Bursa Efek Indonesia pada 19 Juni 2026.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa keputusan pembagian dividen telah mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan.

“Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat. Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian.

Buyback Saham hingga Rp4 Triliun

Selain menyetujui pembagian dividen Rp21,9 triliun, RUPST juga memberikan persetujuan terhadap program buyback saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Program ini dapat dilaksanakan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek secara bertahap atau sekaligus.

Pelaksanaan buyback akan berlangsung selama 12 bulan sejak memperoleh persetujuan RUPST, yakni mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham Telkom di tengah kondisi pasar yang terus berubah.

Perubahan Susunan Komisaris dan Direksi

RUPST juga menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris guna memperkuat fungsi pengawasan terhadap agenda transformasi perusahaan dan menghadapi perkembangan industri digital yang semakin kompetitif.

Susunan Dewan Komisaris hasil RUPST Tahun Buku 2025 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
Komisaris Independen: Anthony Leong
Komisaris Independen: Ira Noviarti
Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim
Komisaris: Rizal Mallarangeng
Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah
Komisaris: Ossy Dermawan

Sementara susunan Direksi Telkom terdiri atas:

Direktur Utama: Dian Siswarini
Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
Direktur Network: Nanang Hendarno
Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji
Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba
Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi
Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana

Transformasi TLKM 30 Berlanjut

Sepanjang 2025 hingga kuartal I 2026, Telkom mencatat percepatan implementasi strategi transformasi TLKM 30 yang berfokus pada empat pilar utama. Pada aspek Operational & Service Excellence, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi melalui program TOTEX, penguatan arus kas operasional, program pensiun dini, hingga pelaksanaan Governance Reset.

Transformasi tersebut turut mendukung pencapaian kinerja keuangan perusahaan sepanjang 2025 dengan pendapatan mencapai Rp146,74 triliun, EBITDA sebesar Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun.

Perseroan menjelaskan bahwa percepatan depresiasi aset sebagai bagian dari agenda total governance reset memberikan dampak terhadap kontraksi laba bersih. Namun, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga fundamental operasional perusahaan tetap kuat dan arus kas tetap terjaga.

Dalam aspek Streamlining, Telkom terus melakukan penyederhanaan portofolio bisnis melalui pelepasan aset non-inti dan fokus pada bisnis utama telekomunikasi serta digital. Hingga saat ini, enam entitas telah dirampingkan, termasuk penyelesaian transaksi divestasi AdMedika Group pada 2 Juni 2026.

Pada pilar Unlocking Value, Telkom mulai menjalankan monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal III 2026. Perseroan juga kembali membuka peluang kemitraan strategis untuk pengembangan bisnis pusat data atau data center.

Sementara pada aspek Modus-operandi Shift, perusahaan mulai bertransisi menuju model HoldCo–OpCo dengan sistem pelaporan berbasis segmen guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa mendatang.

Dian menegaskan bahwa seluruh keputusan dalam RUPST Tahun Buku 2025 merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk mempercepat transformasi sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah. Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Dian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online