210 Mahasiswa DIY Terima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026
Sebanyak 210 mahasiswa DIY dari empat perguruan tinggi menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
Direktur RSUD Saras Adyatma Bantul, Tri Wahyuni,
BANTUL—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saras Adyatma Bantul membuka layanan keluarga berencana (KB) gratis bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026. Program tersebut berlangsung pada 17–27 Juni 2026, kecuali hari Minggu dan hari libur nasional.
Layanan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memperluas akses kesehatan reproduksi sekaligus mendorong penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang yang dinilai lebih efektif dan praktis bagi keluarga.
Direktur RSUD Saras Adyatma Bantul, Tri Wahyuni, mengatakan program layanan KB gratis merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.
“Momentum Hari Keluarga Nasional menjadi kesempatan bagi kami untuk semakin mendekatkan layanan kesehatan reproduksi kepada masyarakat. Melalui program KB gratis ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kontrasepsi yang aman, nyaman, dan berkualitas tanpa terkendala biaya,” ujar Tri Wahyuni, Jumat (19/6/2026).
Menurut Tri, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga menjadi salah satu kunci dalam menjaga kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan.
“Penggunaan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasangan dapat membantu mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan terencana. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya,” katanya.
Bidan Ruang Bersalin RSUD Saras Adyatma Bantul, Laila Fitriyani, menjelaskan pelayanan yang diberikan dalam program tersebut mencakup pemasangan baru, pergantian metode, hingga penggantian alat kontrasepsi yang masa penggunaannya hampir berakhir.
“Pelayanan KB gratis meliputi pemasangan baru, ganti cara, dan ulangan untuk IUD dan implan,” kata Laila.
Menurutnya, RSUD Saras Adyatma secara khusus menyediakan layanan kontrasepsi jangka panjang berupa IUD dan implan. Kedua metode tersebut dinilai memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama.
Laila menjelaskan IUD maupun implan dapat memberikan perlindungan hingga sekitar 10 tahun. Meski demikian, masyarakat tetap disarankan melakukan penggantian sebelum masa penggunaan maksimal berakhir agar efektivitas alat kontrasepsi tetap terjaga.
“Jadi menyarankan kepada pasien untuk ganti KB untuk IUD dan implan jangan mepet sampai 10 tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu keunggulan IUD dan implan adalah minimnya efek samping yang berkaitan dengan hormon. Berbeda dengan pil atau suntik KB yang tergolong kontrasepsi hormonal, metode IUD dan implan cenderung tidak memengaruhi berat badan maupun siklus menstruasi pengguna.
“KB hormonal itu bisa berpengaruh pada berat badan hingga menstruasi. Kalau KB IUD memang ada yang mengeluh karena berada di dalam rahim dan perlu penyesuaian, terutama saat berhubungan suami istri, sehingga terkadang pasangan merasa kurang nyaman,” tuturnya.
Kemudahan akses layanan juga menjadi perhatian rumah sakit dalam program ini. Masyarakat cukup melakukan pendaftaran secara daring sebelum datang ke lokasi pelayanan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Salah satu peserta layanan, Desi Restinah (40), warga Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, mengaku proses yang disiapkan rumah sakit cukup sederhana sehingga memudahkan masyarakat.
“Ada link pendaftaran dan nomor WhatsApp sehingga cukup detail dan tidak bikin repot. Bisa daftar dari rumah dan kemudian datang ke rumah sakit sesuai dengan jadwalnya,” katanya.
Setelah tiba di rumah sakit, peserta juga langsung diarahkan menuju lokasi pelayanan tanpa harus menunggu lama.
“Jadi saat saya datang ke RSUD Saras Adyatma langsung diarahkan oleh petugas ke Klinik Kandungan yang digunakan untuk pelayanan KB gratis,” ujarnya.
Desi mengaku memilih memanfaatkan program tersebut karena masa penggunaan IUD yang dipakainya hampir habis. Sebelumnya, ia pernah menggunakan metode pil dan suntik sebelum akhirnya beralih ke IUD karena dinilai lebih praktis.
“Kalau KB pil atau suntik itu waktunya cukup pendek dan ribet serta terkadang lupa sehingga memutuskan untuk menggunakan KB IUD. Apalagi saya sudah tidak punya program untuk punya anak lagi,” katanya.
Ia menilai program layanan gratis yang dibuka RSUD Saras Adyatma sangat membantu masyarakat, terutama bagi keluarga yang ingin tetap mendapatkan layanan kesehatan reproduksi tanpa terbebani biaya tambahan.
“Masa KB IUD saya segera berakhir dan ada program KB gratis di RSUD Saras Adyatma sehingga saya memanfaatkan layanan. Apalagi gratis,” ucapnya.
Melalui pembukaan layanan KB gratis ini, RSUD Saras Adyatma Bantul berharap semakin banyak pasangan usia subur yang memanfaatkan metode kontrasepsi yang aman dan sesuai kebutuhan, sekaligus memperkuat upaya pengendalian angka kelahiran dan peningkatan kesehatan keluarga di Kabupaten Bantul. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 210 mahasiswa DIY dari empat perguruan tinggi menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.