HUT ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Berkurang
Pada usia ke-81, Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi 5,80% secara kumulatif (c-to-c) pada Semester I-2026.
Direktur RSUD Saras Adyatma Bantul, Tri Wahyuni./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
BANTUL – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Perubahan cuaca yang tidak menentu, suhu yang cenderung lebih panas pada siang hari, serta kondisi lingkungan yang berubah dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko penularan penyakit.
Direktur RSUD Saras Adyatma Bantul, Tri Wahyuni, mengatakan sejumlah penyakit yang kerap meningkat pada masa pancaroba antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza, diare, penyakit kulit, hingga demam berdarah dengue (DBD).
“Pada musim peralihan, kondisi cuaca sering berubah secara ekstrem. Pagi atau malam hari bisa terasa dingin, tetapi siang hari sangat panas. Kondisi ini dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih rentan terserang penyakit,” katanya.
Menurut Tri, kasus ISPA dan influenza umumnya meningkat karena perubahan suhu dan kualitas udara yang lebih kering. Sementara itu, penyakit diare dapat muncul akibat menurunnya kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat, terutama jika kebersihannya kurang terjaga.
Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi peningkatan kasus demam berdarah. Meskipun memasuki musim kemarau, genangan air yang masih tersisa di berbagai tempat dapat menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab DBD.
“Jangan menganggap memasuki musim kemarau berarti ancaman demam berdarah hilang. Tempat-tempat yang dapat menampung air tetap harus dibersihkan dan dipantau secara rutin agar tidak menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.
Tri menjelaskan, kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan pada musim peralihan adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Karena itu, kelompok tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih dalam menjaga kesehatan.
Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, beristirahat yang cukup, serta rutin berolahraga.
Selain menjaga kesehatan pribadi, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan melalui pemberantasan sarang nyamuk, pengelolaan sampah yang baik, serta memastikan saluran air tidak tersumbat.
“Pencegahan adalah langkah yang paling efektif. Jika mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk berkepanjangan, sesak napas, diare, atau keluhan kesehatan lainnya yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat,” katanya.
RSUD Saras Adyatma Bantul juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala penyakit yang muncul selama musim peralihan. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan pasien. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup sehat, risiko penyakit selama musim pancaroba menuju kemarau dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada usia ke-81, Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi 5,80% secara kumulatif (c-to-c) pada Semester I-2026.
Spanyol berpotensi mencetak rekor 100 juta wisatawan pada 2026. Di balik lonjakan turis, warga mengeluhkan kepadatan, krisis hunian, dan biaya hidup.
BIGBANG resmi menjadi duta kehormatan pertama Badan Antariksa Korea. Pesan penggemar akan dikirim ke luar angkasa melalui roket Nuri.
Kisah Muhammad Ali Taher, pengusaha Palestina yang menyerahkan seluruh hartanya untuk membantu Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda.
Investasi langsung perusahaan Jerman di AS anjlok hampir dua pertiga secara tahunan menjadi hanya €4,3 miliar di semester I 2026—level terendah sejak 2023. Kebi
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi industri keuangan di DIY untuk memperkuat peran sektor jasa keuangan dalam mewujudkan