Bawa Kopi Lokal ke Kancah Global, JCW #6 Gandeng Eksibitor ASEAN
Mengusung tema "Inclusive Vibes", gelaran Jogja Coffee Week ke-6 (JCW #6) siap menyapa para pencinta dan pelaku industri kopi di Hall B & C Jogja Expo Center (J
Suasana konferensi pers Jogja Coffee Week 2026 di Loman Park Hotel pada Jumat (3/7/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
SLEMAN -- Mengusung tema "Inclusive Vibes", gelaran Jogja Coffee Week ke-6 (JCW #6) siap menyapa para pencinta dan pelaku industri kopi di Hall B & C Jogja Expo Center (JEC) pada 4–6 September 2026 mendatang. Event tahunan ini ditargetkan menjadi etalase (showcase) kopi nasional sekaligus mengukuhkan posisi Yogyakarta sebagai salah satu pusat ekosistem kopi di Indonesia.
Ketua Panitia JCW#6, Rahadi Saptata Abra mengatakan bahwa gelaran ini memiliki tema dekade (10 tahunan) yaitu Indonesia Coffee Showcase. Dari tema itu, JCW ingin Jogja menjadi salah satu pusat kopi di Indonesia.
"Harapannya adalah bahwa Jogja ini menjadi salah satu pusat kopi atau showcase-nya kopi seluruh Indonesia. Jadi ini tema ini kita pakai sampai ke Jogja Coffee Week ke-10," kata Abra pada Jumat (3/7/2026) di Loman Park Hotel.
Sementara untuk edisi 2026 ini, JCW mengangkat tema Inclusive Vibes. Dijelaskan Abra bahwa tema tersebut mencerminkan semangat keterbukaan, keberagaman, dan kebersamaan.
"Di mana kopi menjadi medium yang menyatukan semua kalangan tanpa batas usia, latar belakang, maupun profesi. Karena ini memang inklusif, maka kami mengambil tema Punokawan," tuturnya.
Tahun ini JCW#6 akan menghadirkan exhibitor dari luar negeri. Kata Abra, salah satu pihak yang sudah menyatakan komitmennya akan hadir di JCW#6 yakni Coffee Federation. Mereka rencananya akan mengirimkan lima exhibitor dari ASEAN ke JCW#6.
"Kemudian juga ada salah satu penyelenggara pameran di Jepang itu juga akan mengirimkan exhibitor. Jumlahnya kita belum tahu, tapi kemungkinan mungkin antara 5 sampai 10" tuturnya.
JCW#6 akan diselenggarakan di Hall B&C Jogja Expo Center pada 4-6 September 2026. Di sana nantinya akan ada 179 exhibitor kopi.
Selain pameran, JCW#6 juga mengadakan ajang Jawara Coffee Competition 2026. Ada lima kategori yang dilombakan, yakni Green Bean Competition, Brewers Competition, Cup Tasters Competition, Latte Art Competition dan Mixology Competition.
Abra menambahkan bahwa JCW#6 akan dimeriahkan dengan acara Fun Roasting Coffee Competition (FRCC) by Tan N Black sebagai ajang para roaster untuk menguji kemampuan roasting, berbagi pengalaman dan memperluas jejaring industri kopi.
Tak sampai di situ, JCW tahun ini juga menyelenggarakan Coffee Talk dan Coffeetainment yang menghadirkan Panji Sakti.
Jogja Coffee Week tahun ini, penyelenggara bekerja sama dengan Kadin Indonesia, Kadin DIY, Asosiasi Kopi Indonesia, dan Asosiasi Kopi Indonesia DIY dan juga dengan Pemda DIY.
Ekosistem kopi di DIY terus tumbuh dari tahun ke tahun. Dari survei yang dilakukan Tim JCW, lebih dari 7.093 destinasi ekosistem kopi yang ada di DIY. Ekosistem itu meliputi coffee shop, cafe, alat dan mesin kopi dan masih banyak lagi. Kata Abra, jumlah coffee shop di DIY saja mencapai sekitar 3.500 gerai.
Untuk mendukung pengembangan ekosistem kopi, untuk pertama kalinya JCW mengadakan Indonesia Coffee Business Summit (ICBS). Ajang ini diproyeksilan sebagai agenda unggulan menjadi iklim bisnis kopi nasional maupun internasional.
Ketua Panitia Indonesia Coffee Business Summit, Eureka Bastian menjelaskan bahwa ICBS tahun ini mengusung tema "From Single Origin to Global Chain." Dari tema tersebut, tim mengusung semangat bahwa biji kopi Indonesia bisa berbicara lebih banyak di panggung dunia.
"Energi yang mau kita bawa adalah bahwasanya biji-biji single origin di Indonesia ini pengin kita bawa ke kancah dunia seperti itu, melalui Indonesia Coffee Business Summit dan Jogja Coffee Week ini," tegasnya.
Kehadiran ICBS dalam JCW tahun ini ingin menyatukan local farmers atau petani dengan global stakeholders seperti regulator ataupun distributor dan global coffee preneurs serta trader.
"Kita jadikan di satu tempat. Kenapa harus di satu tempat ini? Biar deal-nya enggak sulit untuk terjadi. Jadi local farmers enggak mungkin jauh-jauh ke Singapura, ke Malaysia, atau ke Jepang untuk nyamperin distributornya. Cukup datang ke ICBS, local farmers, distributor, dan juga global stakeholder dan global coffee preneurs bisa bertemu satu sama lain seperti itu," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Jawara Coffee Competition, Ferry Elhas menambahkan bahwa kompetisi yang dihadirkan di Jawara Coffee Competition tahun ini nyaris sama dengan tahun lalu. Bedanya tahun ini penyelenggara menambah kategori Latte Art Competition dan Mixology Competition untuk dilombakan.
"Untuk Green Bean Competition, kami menargetkan penggiat kopi di hulu, yaitu petani dan prosesor. Kami menargetkan 150 peserta seperti tahun kemarin, meliputi petani Robusta, Arabika, dan juga Liberika, dan turunannya," ungkapnya.
Sementara pada Brewers Competition, Ferry menjelaskan bahwa kategori ini diperuntukkan untuk penggiat atau profesi barista. Saat ini tiket untuk Brewers Competition kata Ferry telah terjual habis.
"Lalu juga ada Cup Tasters, juga sudah habis saat ini. Meliputi peserta dari seluruh Indonesia hadir, ada yang dari Kalimantan, dan juga dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, semua dari daerah Indonesia juga ada," jelasnya.
Pada kategori Mixology Competition, ada dua nomor yang dilombakan. Penyelenggara mengadakan Coffee Mixology, yaitu olahan-olahan minuman atau mixology yang berbahan baku dari kopi dan turunannya, lalu ada pula Tea Mixology. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mengusung tema "Inclusive Vibes", gelaran Jogja Coffee Week ke-6 (JCW #6) siap menyapa para pencinta dan pelaku industri kopi di Hall B & C Jogja Expo Center (J
Ghana vs Kolombia di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.
PM India Narendra Modi akan ke Jogja 8 Juli 2026 untuk dukung pemugaran Candi Prambanan dan perkuat kerja sama strategis RI-India.
Pembebasan lahan tol Solo–Jogja di Bantul capai 667 bidang. Masih tersisa 101 bidang menunggu pembayaran UGR.
Prancis siapkan 30.000 AC untuk rumah sakit hadapi gelombang panas susulan. Layanan darurat masih kewalahan.
Argentina vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.