Jangan Takut Nuklir, Teknologi Ini Justru Selamatkan Pasien Kanker
Stigma nuklir sebagai bahaya dipatahkan. Kedokteran nuklir di Jogja justru bantu deteksi dan terapi kanker dengan akurasi tinggi.
Podcast Ikmara Talk bertajuk “Nuklir yang Menyembuhkan: Mengenal Sisi Lain Dunia Nuklir di kanal YouTube Harian Jogja, pada Jumat (17/7/2026) malam. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA—Stigma bahwa nuklir identik dengan bahaya radiasi atau senjata masih melekat di masyarakat. Padahal, di dunia medis, teknologi nuklir justru menjadi salah satu terobosan penting dalam mendeteksi hingga menangani penyakit serius, terutama kanker.
Edukasi mengenai hal tersebut disampaikan Clinical Application Specialist of Molecular Imaging, Agi Febrian Trihadijaya, dalam podcast Ikmara Talk bertajuk “Nuklir yang Menyembuhkan: Mengenal Sisi Lain Dunia Nuklir” yang digelar STIKES Guna Bangsa Jogja melalui kanal YouTube Harian Jogja, Jumat (17/7/2026) malam.
Menurut Agi, persepsi negatif terhadap nuklir sebagian besar muncul akibat minimnya pemahaman masyarakat. Padahal, dalam praktik kedokteran, penggunaan zat radioaktif dilakukan dalam dosis yang sangat terkontrol dan aman.
Ia menjelaskan, kedokteran nuklir merupakan kombinasi antara teknologi radiologi dengan pemanfaatan radiofarmaka untuk melihat fungsi organ hingga tingkat seluler. Hal ini menjadi pembeda utama dengan CT Scan maupun MRI yang lebih menampilkan struktur atau bentuk organ.
“Kalau digunakan secara tepat, nuklir justru sangat bermanfaat. Di bidang medis, teknologi ini digunakan untuk mendeteksi sekaligus membantu terapi penyakit seperti kanker,” ujarnya.
Agi mengibaratkan CT Scan seperti foto rumah yang hanya memperlihatkan bentuk bangunan. Sementara kedokteran nuklir bekerja seperti kamera pengawas (CCTV) yang mampu menunjukkan aktivitas di dalamnya. Dengan mengombinasikan keduanya, dokter bisa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Sebagai contoh, pada pemeriksaan jantung, MRI dapat memperlihatkan kondisi anatomi otot jantung. Namun, kedokteran nuklir mampu mengidentifikasi bagian yang mengalami gangguan fungsi, sehingga penanganan bisa lebih tepat sasaran.
Selain manfaat medis, Agi juga menyoroti peluang karier di bidang ini yang masih sangat terbuka. Pemerintah saat ini tengah mendorong pemerataan fasilitas kedokteran nuklir di berbagai daerah, sehingga kebutuhan tenaga profesional diperkirakan akan terus meningkat.
Mahasiswa radiologi, lanjutnya, memiliki peluang untuk melanjutkan studi ke jenjang D4 dengan spesialisasi kedokteran nuklir. Lulusan dapat berkarier sebagai teknolog kedokteran nuklir, instruktur alat kesehatan, hingga bekerja di perusahaan penyedia teknologi medis.
Meski peluangnya besar, Agi menegaskan profesi ini tetap memiliki tantangan, terutama terkait keselamatan kerja. Oleh karena itu, pemahaman mengenai proteksi radiasi menjadi hal utama yang wajib dikuasai selain pengetahuan anatomi dan teknik pemeriksaan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak lagi memandang nuklir sebagai sesuatu yang menakutkan. Selama digunakan sesuai prosedur, radiasi justru menjadi teknologi yang mampu menyelamatkan nyawa sekaligus membuka masa depan baru di dunia kesehatan.
Dengan meningkatnya pemahaman publik, kedokteran nuklir diharapkan dapat berkembang lebih pesat di Indonesia dan menjadi bagian penting dalam sistem layanan kesehatan modern. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stigma nuklir sebagai bahaya dipatahkan. Kedokteran nuklir di Jogja justru bantu deteksi dan terapi kanker dengan akurasi tinggi.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Kemampuan literasi keluarga menjadi kunci utama dalam penanganan dan mitigasi tengkes (stunting).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima penghargaan Impactful Regional Leadership dalam acara Solopos Best Brand & Innovation (SBBI) Award 2026
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.