PT Sido Muncul Gelar Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi

Media Digital
Media Digital Jum'at, 24 Juli 2026 18:07 WIB
PT Sido Muncul Gelar Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat (tengah) berfoto bersama peserta operasi bibir sumbing gratis. Istimewa-Dokumen PT Sido Muncul

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 50 pasien mengikuti program operasi sumbing bibir gratis yang digelar PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk Kuku Bima dan Tolak Angin bersama Smile Train Indonesia di Rumah Sakit (RS) Hermina Galaxy di Bekasi pada Kamis (2/7/2026). Program yang telah berjalan sejak 2018 ini tercatat telah memfasilitasi operasi bagi 774 pasien di berbagai wilayah Indonesia hingga pertengahan 2026.

Pada kegiatan tersebut, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp325 juta kepada Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati.

Dalam sambutannya, Irwan Hidayat membagikan pengalamannya menghadapi masa-masa sulit ketika sakit yang kemudian menginspirasinya untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial perusahaan.

"Setiap orang dalam perjalanan hidupnya pasti mengalami kesulitan. Namun, Tuhan selalu memberikan jalan keluar. Melalui Sido Muncul dan produk-produk kami seperti Kuku Bima dan Tolak Angin, kami ingin menggunakannya sebagai jalan untuk memberikan manfaat dan rasa syukur yang luar biasa," ujar Irwan.

Irwan menegaskan Sido Muncul berkomitmen untuk terus melanjutkan program operasi sumbing bibir gratis bersama Smile Train Indonesia pada masa mendatang.

“Sido muncul lewat Kuku Bima bersama Tolak Angin berkomitmen akan terus melakukan operasi sumbing bibir. Smile Train ini punya network banyak, kami akan komit setiap kali ditawari dan pasti kami bersedia,” kata Irwan.

Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sido Muncul di bidang kesehatan. Selain operasi sumbing bibir gratis, perusahaan juga secara rutin menyelenggarakan operasi katarak gratis serta program penanganan stunting.

“Bantuan yang diberikan ini merupakan bagian dari upaya Sido Muncul untuk terus berkontribusi dalam membantu masyarakat dan mendukung penanganan berbagai persoalan kesehatan di Indonesia,” pungkas Irwan.

Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, mengungkapkan bahwa di Indonesia terdapat satu dari setiap 700 kelahiran bayi yang lahir dengan kondisi sumbing. Setiap tahunnya diperkirakan terdapat 5.000 hingga 6.000 bayi dengan kondisi tersebut sehingga penanganan yang cepat dan tepat waktu menjadi sangat penting.

"Operasi ini sebenarnya tidak lebih dari satu jam. Kita ingin mengejar target penanganan tepat waktu agar anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk bersekolah dan menjalani kehidupan yang layak tanpa harus merasa malu atau dikucilkan. Air mata Bapak dan Ibu hari ini adalah air mata kebahagiaan," kata Deasy.

Direktur RS Hermina Galaxy, dr. Hardimas, M.Kes., CRP., menyatakan pihaknya telah menyiapkan tim medis yang terdiri atas dokter spesialis bedah plastik, bedah mulut, hingga tim skrining untuk mendukung pelaksanaan operasi.

"Kami sangat menghargai kolaborasi bersama Sido Muncul dan Smile Train Indonesia. Dengan dukungan tenaga medis spesialis yang kami miliki, kami siap memberikan kontribusi terbaik bagi pasien. Kami juga siap memfasilitasi pasien dari area manapun, tidak terbatas dari area Bekasi saja. Yang jelas, seluruh proses operasi ini gratis," pungkas Hardimas.

Pada kesempatan yang sama, spesialis bedah mulut maksilofasial, Drg. Joni Putra, mewakili tim medis menjelaskan pentingnya tindakan operasi dilakukan pada waktu yang tepat atau golden age demi mendukung perkembangan artikulasi suara anak.

Menurutnya, operasi sumbing bibir idealnya dilakukan mulai usia tiga bulan dengan berat badan minimal lima kilogram setelah melalui skrining kesehatan. Sementara untuk celah langit-langit mulut, tindakan operasi dianjurkan pada usia 12 hingga 18 bulan dengan berat badan minimal 10 kilogram.

"Sangat penting untuk melakukan operasi tepat waktu. Untuk celah langit-langit, sebaiknya tindakan dilakukan pada usia 12 hingga 18 bulan dengan berat minimal 10 kg. Ini harus dilakukan sebelum anak lancar berbicara agar artikulasi suara mereka ke depan tidak terganggu. Jika anak mengalami kedua kondisi tersebut, maka diperlukan dua kali tindakan operasi secara bertahap,” jelasnya.

Salah satu calon pasien operasi sumbing bibir dalam program ini adalah bayi perempuan bernama Faleesha Mikhayla Azzahra yang baru berusia 40 hari. Ia datang ke RS Hermina Galaxy didampingi ibunya, Sofiani Gea Pratiwi (23 tahun), dan neneknya, Marni (40 tahun).

Sofiani menceritakan selama tiga bulan pertama hingga menjelang persalinan dirinya kerap mengalami muntah darah akibat luka pada lambung atau tenggorokan sehingga harus beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit. Melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) menjelang persalinan, dokter sempat menyampaikan adanya kondisi genetik tertentu, namun keluarga baru mengetahui secara pasti kondisi sumbing bibir yang dialami Faleesha setelah dilahirkan.

"Waktu pertama kali melihat kondisinya setelah lahir, rasanya seperti dunia runtuh. Namun, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Sido Muncul, Smile Train, dan para dokter karena melalui program ini anak saya bisa mendapatkan operasi gratis. Harapan saya hanya ingin anak saya bisa tumbuh normal seperti anak-anak lainnya,” ungkapnya.

Karena usia Faleesha yang masih 40 hari, tim medis telah menjadwalkan operasi setelah usianya mencapai minimal tiga bulan. Selama masa tersebut, keluarga diminta menjaga berat badan dan kondisi kesehatan bayi.

Program operasi sumbing bibir gratis ini telah dijalankan secara konsisten oleh Sido Muncul sejak pertama kali dimulai pada 2018. Komitmen bersama Smile Train Indonesia juga akan terus dilanjutkan untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga, kerabat, atau tetangga yang membutuhkan layanan operasi sumbing bibir gratis, dapat menghubungi layanan hotline Smile Train Indonesia di nomor 0812-866-4029 tanpa dipungut biaya.(Advetorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online