Pengrajin Batik Rinakit Perkuat Inovasi Produk

Media Digital
Media Digital Selasa, 28 Juli 2026 15:52 WIB
Pengrajin Batik Rinakit Perkuat Inovasi Produk

Kelompok Pengrajin Batik Rinakit Gunung Kidul Ikuti Kegiatan Pengembangan Inovasi Produk Dan Transformasi Digital./ Ist

GUNUNGKIDUL – Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan digitalisasi dan pengembangan inovasi produk ini diikuti sekitar 20 (dua puluh) anggota Kelompok Pengrajin Batik Rinakit yang berada di Desa Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Kelompok tersebut mendapatkan pelatihan dan pendampingan pewarnaan alam sebagai bagian dari pengembangan inovasi produk dan transformasi digital, serta pendaftaran kekayaan intelektual, khususnya merek dagang. Kegiatan ini dilaksanakan di Gunung Kidul, yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata andalan di DIY. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Sidoharjo, Tepus, Gunung Kidul, yakni Ibu Evi Nurcahyani, S.IP.

Ketua Tim PbM UPN "Veteran" Yogyakarta, Ninik Probosari, mengungkapkan, "Kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan pewarnaan alam serta transformasi digital jangan disia-siakan, karena semakin berkembangnya dunia digital, masyarakat akan menginginkan kemudahan secara digital untuk mencari produk yang dibutuhkan. Pelatihan dan pendampingan ini juga memberikan fasilitas kepada pelaku industri untuk mendaftarkan merek dagangnya secara gratis." Tim PbM UPN beranggotakan Sri Luna Murdianingrum, Ari Wijayani, dan Lilik Indri Harta.

Dalam kegiatan ini dijelaskan mengenai transformasi digital, cara meningkatkan penjualan melalui digital marketing, serta upaya memaksimalkan berbagai platform digital yang tersedia saat ini. Selain itu, dipaparkan pula mengenai pembuatan konten kreatif untuk media sosial, hal-hal yang perlu disiapkan dalam membuat konten, aplikasi yang digunakan untuk membuat dan mengedit konten, waktu yang tepat untuk mengunggah konten di media sosial, teknik penulisan dan copywriting, serta produksi konten media sosial. Sesuai dengan pemaparan materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pembuatan copywriting untuk masing-masing konten.

Selanjutnya dijelaskan pula mengenai kekayaan intelektual. Narasumber dalam kegiatan ini, Ari Wijayani, mengungkapkan bahwa hak kekayaan intelektual digunakan untuk melindungi karya cipta. Sosialisasi kekayaan intelektual, khususnya merek dagang, dibutuhkan agar para peserta dapat melindungi merek mereka sekaligus mengangkat produk kreatif UMKM di daerah. Pada kesempatan ini juga telah dilakukan pendaftaran merek dagang Batik Rinakit milik Kelompok Pengrajin Batik Rinakit ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI.

Pada kesempatan lain juga diberikan pendampingan pewarnaan alam khusus untuk kain batik tulis. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Jarum, Bayat, Klaten, dengan narasumber Ibu Suratmi. Dalam kegiatan ini, anggota kelompok didatangkan ke Desa Jarum sekaligus untuk melakukan studi banding.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPN "Veteran" Yogyakarta.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah para pengrajin batik, melalui inovasi produknya, dapat bertransformasi ke platform digital untuk mengembangkan bisnis di kawasan Gunung Kidul, serta merek Rinakit terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online