Cerita Warga Klaten Pakai JKN, Pelayanan Tak Dibeda-bedakan
Pengalaman menarik dirasakan Joko Sunarno warga Borangan, Manisrenggo, Klaten yang tinggal di Yogyakarta saat mendampingi istrinya sakit.
Mahasiswi asal Kalimantan Timur, Fidela Anindya Indrasari ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta terletak di Jl. Gedongkuning, Jumat (31/7/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.
JOGJA— Kemudahan layanan digital BPJS Kesehatan dirasakan oleh Fidela Anindya Indrasari, mahasiswi yang tengah menempuh pendidikan S2 di Yogyakarta. Melalui aplikasi Mobile JKN, Fidela tidak hanya bisa memantau status kepesertaan, tetapi juga mengurus perpindahan fasilitas kesehatan hingga mengambil nomor antrean secara online.
Mahasiswi asal Kalimantan Timur ini mengaku terdaftar sebagai peserta JKN karena ayahnya yang berstatus PNS. Namun karena usianya sudah di atas 21 tahun ia harus melakukan reaktivasi kepesertaan. Reaktivasi tahun pertama dia lakukan di BPJS Kesehatan Cabang Samarinda dan tahun kedua di BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta karena akan melanjutkan kuliah.
Dirinya mengaku memakai aplikasi Mobile JKN di tahun 2024. Saat itu masuk pesan bahwa usianya sudah mencapai usia 21 tahun dan tidak tertanggung lagi oleh ayah, kecuali jika masih melanjutkan pendidikan.
"Saya pribadi download (Mobile JKN) bisa terakses semua keluarga juga, bantu orang tua juga, karena orang tua istilahnya masih belum paham lah teknologi, jadi saya bantu memantau dari data-data itu," ujarnya ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta terletak di Jl. Gedongkuning, Jumat (31/7/2026).
Ia menceritakan anggota keluarganya yang lebih sering menggunakan layanan JKN adalah adik, sebab punya riwayat sakit asma. Sehingga beberapa kali harus bolak-balik ke rumah sakit. "Saya gunakan [aplikasi] untuk perpindahan faskes. Nah, itu benar-benar mudah dilakukan di aplikasi," ungkapnya.
Dia mengaku pernah memanfaatkan JKN untuk berobat di dokter umum di Berau. Dalam hal layanan, menurutnya tidak ada perbedaan dengan pasien lain.
"Kalau saya lihat tidak ada [dibedakan], sama saja dan itu tetap dilayani tertangani dengan baik juga, alhamdulillah tidak ada biaya tambahan," tuturnya.
Fidela sempat melakukan perpindahan faskes di Samarinda dan berencana mengakses layanan di poli gigi. Namun, layanan tersebut belum sempat digunakan karena kesibukannya bekerja sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit. Ia berencana memanfaatkan layanan gigi di Yogyakarta.
"Jadi rencana mau sekalian pengobatan di sana, sampai akhirnya tertunda. Mungkin saya akan lakukan di Jogja, di faskes yang baru," paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, layanan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta juga sangat bagus. Ia langsung dibantu oleh petugas untuk pindah faskes di sini. "Sekalian reaktivasi langsung sekalian dibantu pindah," lanjutnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengalaman menarik dirasakan Joko Sunarno warga Borangan, Manisrenggo, Klaten yang tinggal di Yogyakarta saat mendampingi istrinya sakit.
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
Inter Milan kalahkan Manchester City lewat adu penalti 3-1 di Hong Kong. Gol Divin Mubama dan Pavard, tiga penendang City gagal.
Jennie BLACKPINK tampil di konser Tame Impala Boston dengan busana gotik transparan. Dracula (Remix) dibawakan langsung pertama kali. Pro-kontra pun terjadi.
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Christopher Nolan sebut AI seperti Kuda Troya kaca, semua bisa lihat bahayanya. Ia juga soroti skeptisisme generasi muda terhadap AI.