JAFF Market Buka Pendaftaran JAFF Future Project

Media Digital
Media Digital Jum'at, 14 Agustus 2026 06:52 WIB
JAFF Market Buka Pendaftaran JAFF Future Project

Perhelatan JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank resmi membuka pendaftaran untuk dua program utamanya, yaitu JAFF Future Project (JFP) dan JAFF IP Connection (JIPCon). Pendaftaran dibuka mulai 31 Juli hingga 1 September 2026 melalui situs resmi www.jaff-market.com./ Ist

JOGJA— Perhelatan JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank resmi membuka pendaftaran untuk dua program utamanya, yaitu JAFF Future Project (JFP) dan JAFF IP Connection (JIPCon). Pendaftaran dibuka mulai 31 Juli hingga 1 September 2026 melalui situs resmi www.jaff-market.com.

Kedua program ini dirancang untuk mempertemukan proyek film serta pemilik kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) dengan berbagai pelaku industri, seperti produser, investor, pembeli, distributor, dan mitra profesional dari Indonesia maupun internasional.

Memasuki penyelenggaraan ketiga, JFP akan memilih 12 proyek film panjang dari kawasan Asia Pasifik—meningkat dari 10 proyek pada tahun lalu. Pendaftaran terbuka bagi karya fiksi, dokumenter, dan animasi dalam beragam genre, baik yang masih berada di tahap pengembangan maupun work-in-progress. Proyek yang mengusung unsur Indonesia akan mendapatkan prioritas.

Market Director JAFF Market, Linda Gozali, menjelaskan bahwa penambahan kuota ini bertujuan untuk memberikan porsi lebih besar bagi cerita-cerita dari Indonesia dan Asia Pasifik agar bisa bertemu dengan mitra yang tepat.

"Yang ingin kami bangun bukan hanya forum presentasi, melainkan jalur pengembangan yang berlanjut—dari pematangan proyek, pendanaan, produksi, hingga akses yang lebih luas ke pasar internasional, khususnya yang berpotensi namun belum tereksplorasi," ujar Linda.

Pada gelaran tahun ini, program yang sebelumnya dikenal sebagai JAFF Content Market (JCM) resmi bertransformasi nama menjadi JAFF IP Connection (JIPCon). Perubahan ini menandai penajaman arah program dari sekadar "pasar konten" menjadi ruang khusus yang menghubungkan pemilik IP dengan industri perfilman dan audiovisual.

JIPCon memfasilitasi berbagai format IP—mulai dari buku (komik/novel), lagu, gim video, konten digital, hingga karya ilmiah—yang berpotensi diadaptasi menjadi karya film. Pendaftaran terbuka untuk penerbit, studio, musisi, platform konten web, individu, maupun perwakilan resmi pemegang hak IP.

Business Director JAFF Market, Sekarini Seruni, menegaskan bahwa penekanan pada kata connection memperkuat peran JIPCon sebagai titik temu antara cerita, pemilik hak, dan kebutuhan industri.

"Banyak cerita dengan potensi layar yang kuat berada di luar jalur film. Melalui JIPCon, kami ingin memperjelas pintu masuknya dan mempertemukan pemilik IP dengan pihak yang berkapasitas mengembangkan, membiayai, serta membawa cerita tersebut ke penonton. Perubahan nama ini mencerminkan fokus kami pada koneksi yang menghasilkan tindak lanjut nyata," jelas Seruni.

Rekam Jejak Sukses Alumni JAFF Market
Keberadaan JAFF Market telah terbukti menjadi batu loncatan penting bagi banyak proyek untuk menembus panggung global.

Beberapa rekam jejak sukses alumni di antaranya:

Pangku (Debut penyutradaraan film panjang Reza Rahadian): Diperkenalkan lewat JFP 2024, berlanjut ke Hong Kong–Asia Film Financing Forum (HAF) Goes to Cannes 2025, hingga meraih empat penghargaan di Busan International Film Festival 2025 sebelum tayang di bioskop Indonesia.

A Life Full of Holes (Karya Loeloe Hendra Komara, JFP 2025): Terpilih mengikuti jejak rekam HAF 2026 di Hong Kong FILMART untuk memperluas akses pendanaan internasional.

My Mother (Eddie Cahyono) & Our Son (Luhki Herwanayogi): Peserta JFP 2025 yang lolos ke Asian Pitching di Bangkok International Content Market (BICM) 2026. My Mother bahkan berhasil menyabet penghargaan White Light Post-Pro Award.

Di sisi potensi adaptasi IP, sejumlah karya juga telah masuk ke tahap pengembangan film panjang, seperti Bandits of Batavia (diproduksi oleh Imajinari dan disutradarai Ernest Prakasa), Locust (Aftersun Pictures, sutradara Sidharta Tata), serta Tikam Samurai (Bushi Bros Films, sutradara Cornelio Sunny).

Puncak Acara dan Pendaftaran Akreditasi
Peserta terpilih JFP dan JIPCon tahun ini akan mendapatkan akses ke pertemuan bisnis terjadwal, kesempatan mempresentasikan proyek, serta eksposur dalam rangkaian puncak JAFF Market 2026 yang akan digelar pada 28–30 November 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Bagi para pelaku industri yang ingin bertemu langsung dengan para pemilik proyek terpilih, penjualan Badge Akreditasi JAFF Market 2026 untuk periode Early Bird telah dibuka hingga 31 Oktober 2026 melalui situs resmi JAFF Market. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online