Sensus Ekonomi 2026, Petugas Gencar Mendata Warga hingga Batas Akhir
Petugas Sensus Ekonomi 2026 terus menyisir warga yang belum terdata menjelang batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026.
Petugas Sensus Eknomi saat wawancara dengan warga./ Ist
BANTUL – Petugas Sensus Ekonomi 2026 terus menyisir warga yang belum terdata menjelang batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026. Selain kembali mendatangi warga yang sebelumnya belum dapat ditemui, petugas juga mendata warga yang belum tercantum dalam daftar awal atau prelist.
Sejumlah perubahan data di lapangan turut menjadi perhatian petugas. Dari daftar awal yang telah didatangi, terdapat warga yang meninggal dunia, pindah tempat tinggal, hingga pendatang baru yang perlu dimasukkan dalam pendataan.
Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantul, Munawaroh, mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi petugas adalah mencocokkan waktu dengan masyarakat yang menjadi responden. Karena itu, petugas harus datang beberapa kali hingga dapat bertemu langsung dengan warga.
Menurutnya, seluruh warga dalam daftar awal sudah didatangi untuk keperluan sensus. Namun, kondisi dan data di lapangan dapat berubah sehingga perlu dilakukan pemutakhiran.
“Di setiap wilayah hampir pasti ada tambahan, seperti pendatang-pendatang. Serta ada yang pindah dan meninggal dunia,” ujarnya saat ditemui ketika melakukan sensus di Jalan Tambak, Sumberan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Sabtu (29/8/2026).
Ia mengatakan Sensus Ekonomi penting untuk memotret berbagai aktivitas usaha yang ada di masyarakat. Data tersebut nantinya dapat digunakan pemerintah sebagai dasar dalam menyusun kebijakan yang sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut, Munawaroh berharap petugas Sensus Ekonomi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa pendataan tersebut tidak berkaitan dengan pajak maupun kepentingan lainnya.
Menurutnya, petugas berupaya memberikan penjelasan secara perlahan kepada masyarakat agar mereka memahami tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi.
“Tidak sekali dua kali ketemu, kadang berkali-kali kami datang sampai mereka ada waktu dan memberikan data tentang Sensus Ekonomi,” katanya.
Petugas Pencacah Lapangan (PPL) BPS Kabupaten Bantul, Juwaria, mengatakan petugas sensus juga melakukan pendekatan kepada masyarakat sebelum melakukan pendataan.
Ia menuturkan, kedatangan petugas terkadang diawali dengan bersilaturahmi dan berkenalan terlebih dahulu, bukan langsung meminta data untuk kebutuhan sensus.
“Kami selalu berusaha, insyaallah akan dilancarkan,” ujarnya.
Senada dengan Munawaroh, Juwaria menyebut kendala yang dihadapi petugas di lapangan adalah mencocokkan waktu kedatangan dengan aktivitas masyarakat yang menjadi responden.
“Kadang kalau siang responden enggak ada di rumah karena sedang bekerja,” ujarnya.
Salah satu warga di Jalan Tambak, Sumberan, Lily Julianti, mengaku telah mendapatkan informasi mengenai Sensus Ekonomi dari RW setempat sejak 13 Agustus 2026. Lily mengaku tidak keberatan mengikuti Sensus Ekonomi 2026.
Bahkan, ia sempat menunggu kedatangan petugas untuk melakukan pendataan. Menurutnya, mengikuti Sensus Ekonomi merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari pendataan pemerintah.
“Oh ndak, ndak [tidak keberatan], malah itu saya tunggu. Kok enggak datang-datang,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.
Lily juga mengaku selalu mengikuti Sensus Ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali. Saat pelaksanaan sensus sebelumnya, ia masih tinggal bersama suaminya.
“Ya dulu 10 tahun, ya masih ada suami saya. Ya pasti, itu pasti [ikut sensus],” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 terus menyisir warga yang belum terdata menjelang batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026.
Google kalah dalam kasasi di Rusia dan diwajibkan mengembalikan dana Rp27,2 triliun kepada anak usahanya yang bangkrut. Putusan memperkuat posisi kreditur dan m
Survei mengungkap lebih dari seperempat eksekutif ragu merekrut fresh graduate. Gen Z dinilai perlu memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan soft skills.
Joy Ryan baru memiliki paspor di usia 91 tahun. Kini di usia 96 tahun, ia menjelajahi dunia bersama cucunya dan mengejar target tujuh benua.
Timnas U-20 Indonesia menghadapi Malaysia pada laga pembuka Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Simak jadwal, skuad Garuda Muda, dan calon lawannya.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 terus menyisir warga yang belum terdata menjelang batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026.