Gelaran BATIC 2026 Kukuhkan Indonesia sebagai Hub Kolaborasi Digital Asia Pasifik

Media Digital
Media Digital Selasa, 01 September 2026 15:32 WIB
Gelaran BATIC 2026 Kukuhkan Indonesia sebagai Hub Kolaborasi Digital Asia Pasifik

Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 yang diselenggarakan PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), kembali mempertemukan para pemimpin dan pelaku industri digital global untuk membahas arah perkembangan ekosistem digital Asia Pasifik./ Ist

NUSA DUA— Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 yang diselenggarakan PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), kembali mempertemukan para pemimpin dan pelaku industri digital global untuk membahas arah perkembangan ekosistem digital Asia Pasifik.

Berlangsung pada 24–28 Agustus 2026 di Bali, BATIC 2026 mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari penguatan infrastruktur konektivitas, cloud, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Forum tersebut sekaligus mendorong kolaborasi lintas ekosistem untuk menciptakan pertumbuhan digital yang berkelanjutan.

Mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress”, BATIC 2026 diikuti lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan yang berasal dari 67 negara. Kegiatan tersebut juga melibatkan 72 sponsor dan exhibitor serta menghasilkan lebih dari 4.500 pertemuan terjadwal melalui aplikasi BATIC.

Rangkaian konferensi dan diskusi utama berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, konferensi dibuka Senior Managing Director Teneo, Sam Evans, yang mengulas peran jaringan generasi berikutnya dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan masyarakat.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, melalui keynote bertajuk “Empowering the Digital Future: Connectivity, Innovation, and Growth” menekankan pentingnya jaringan canggih, otomatisasi berbasis AI, dan infrastruktur digital dalam membuka peluang pertumbuhan baru.

“Membangun masa depan digital mengharuskan kita untuk memperkuat fondasi, mengadopsi kecerdasan, dan berkolaborasi di seluruh ekosistem. Melalui berbagai upaya tersebut, kita dapat mentransformasi konektivitas menjadi inovasi yang lebih besar, peluang ekonomi, dan pertumbuhan digital yang berkelanjutan,” ujar Dian.

Seiring dengan pertumbuhan dan perubahan lanskap industri telekomunikasi, Dian mengatakan TelkomGroup terus berupaya beradaptasi agar tetap relevan dan resilien melalui strategi transformasi TLKM 30.

Terdapat empat pilar utama strategi TLKM 30 yang dijalankan secara simultan dan berkesinambungan, yakni operational and service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift.

“Pada akhirnya TLKM 30 memiliki satu ambisi, yaitu membawa TelkomGroup dari connectivity menuju infrastructure dan intelligence, menjadi perusahaan digital telco kelas dunia, sekaligus menciptakan berbagai digital possibilities untuk masa depan. Transformasi ini juga perlu diikuti dengan kemampuan Telkom untuk terus beradaptasi terhadap evolusi industri yang semakin cepat, termasuk melalui pengembangan struktur organisasi yang semakin agile,” pungkas Dian.

Pembahasan kemudian berkembang pada kebutuhan investasi dan kolaborasi untuk membangun infrastruktur fiber darat dan laut yang kuat. Sejalan dengan tema BATIC 2026, adopsi AI di tingkat perusahaan, termasuk bagaimana teknologi tersebut dapat diterjemahkan menjadi nilai bisnis yang terukur, turut menjadi perhatian.

Selain itu, perkembangan komunikasi masa depan dan evolusi jaringan optik menuju infrastruktur yang semakin cerdas juga dibahas untuk menjawab kebutuhan era AI.

Di luar konferensi utama, Telin bersama Global Leaders Forum (GLF) mempertemukan para eksekutif C-level dalam Leadership Summit tertutup. Forum tersebut membahas investasi, rantai pasok, kolaborasi ekosistem, serta kebutuhan energi untuk pengembangan infrastruktur berbasis AI.

Memasuki hari kedua, pembahasan diarahkan pada peran cloud dan AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Asia Pasifik.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, dalam sesi Ministerial Keynote menyoroti penguatan transformasi digital Indonesia di tengah perkembangan cloud dan AI.

“Seiring cloud dan AI terus membentuk ulang perekonomian dan masyarakat kita, masa depan digital Indonesia harus dibangun tidak hanya di atas inovasi dan infrastruktur, tetapi juga kepercayaan. Hal ini membutuhkan ekosistem digital yang kuat, aman, dan inklusif, yang didukung oleh kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat luas,” jelas Edwin.

Rangkaian diskusi selanjutnya mengeksplorasi perkembangan data center, konektivitas, dan cloud di era AI yang mendorong peningkatan permintaan layanan digital di kawasan.

Perkembangan Bring Your Own IP Address (BYOIP) sebagai bagian dari nilai strategis bagi penyedia cloud, konektivitas, dan data center juga menjadi salah satu topik yang dibahas para pelaku industri.

Berbagai diskusi tersebut mencerminkan dinamika kebutuhan industri sekaligus memperkuat posisi BATIC 2026 sebagai ruang untuk bertukar perspektif, membuka peluang kemitraan, dan mendorong inovasi di kawasan.

Tidak hanya melalui konferensi utama, BATIC 2026 turut memperluas ruang kolaborasi melalui berbagai side events, di antaranya Mplify's APAC Member Workshop, Future Tech Leaders Summit, Closed-door Leadership Summit, MNV Session, i3Forum's Industry Perspectives, TM Forum Workshop, dan Mplify's Southeast Asia Council Meeting.

Berbagai sesi tersebut membahas isu strategis mulai dari Composable IT, Trustworthy AI, Autonomous Networks, data center berbasis AI, hingga perkembangan ekosistem mobile dan intelligent engagement. Kehadiran Expert Spotlights turut memperkaya rangkaian diskusi dengan perspektif dari para pakar industri.

Semangat kolaborasi yang terbangun sepanjang penyelenggaraan BATIC 2026 juga diwujudkan melalui sejumlah kemitraan strategis.

Telin menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan PEACE untuk ekspansi konektivitas, Manifesto Open API & Open Digital Architecture bersama TM Forum, Memorandum of Understanding (MoU) Strategic Partnership dengan SM+, MoU BSC Fiber Pair Project Capacity and Connectivity dengan GTI, serta MoU dengan Mitratel terkait eksplorasi transaksi aset Telin di Timor-Leste.

Berbagai kesepakatan tersebut memperkuat langkah Telin dan TelkomGroup dalam memperluas kapabilitas digital sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di kawasan.

Chief Executive Officer Telin, Abdul Rahman Ansyori, mengatakan BATIC menjadi platform yang mempertemukan seluruh ekosistem digital untuk mengubah diskusi menjadi kolaborasi yang bermakna.

“BATIC adalah platform tempat seluruh ekosistem digital berkumpul untuk mengubah diskusi menjadi kolaborasi yang bermakna. Seiring konektivitas berkembang menuju masa depan yang didorong oleh AI, industri perlu bekerja bersama di seluruh ekosistem infrastruktur, teknologi, dan bisnis untuk membangun fondasi digital yang tangguh, skalabel, dan inklusif,” kata Abdul Rahman.

Ribuan Delegasi BATIC 2026 Berdiri Bersama dalam Solidaritas

BATIC 2026 berlangsung di tengah situasi pemulihan pascagempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai bentuk dukungan, BATIC 2026 menyalurkan donasi sebesar US$10.000 yang dihimpun dari pendapatan registrasi dan sponsorship untuk mendukung upaya pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

Solidaritas tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan BATIC 2026. Kehadiran konferensi di tengah dinamika industri dan situasi kebencanaan tersebut menegaskan peran BATIC bukan hanya sebagai forum pertukaran gagasan mengenai ekosistem digital global, tetapi juga sebagai platform yang menjunjung semangat kemanusiaan.

Melalui aksi sosial tersebut, para pemangku kepentingan yang hadir dalam BATIC 2026 turut menunjukkan komitmen untuk saling mendukung dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online