Alsintan untuk Petani Kulonprogo, Dorong Usaha Tani Lebih Efisien dan Produktif

Media Digital
Media Digital Selasa, 06 Oktober 2026 09:12 WIB
Alsintan untuk Petani Kulonprogo, Dorong Usaha Tani Lebih Efisien dan Produktif

Penyeraham secara simbolis Alsintan kepada petani di Kulonprogo./ Ist

KULON PROGO – Dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) diharapkan semakin meringankan usaha petani di Kulon Progo sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menekankan agar bantuan yang bersumber dari APBN tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani sesuai kebutuhan sehingga dapat menghemat waktu dan biaya serta memberikan manfaat nyata bagi petani.

Penyerahan alsintan berlangsung di Aula Padi Menor dan halaman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., Ketua DPRD Kulon Progo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, tenaga ahli Ibu Titiek Soeharto, penyuluh pertanian, koordinator BPP, serta kelompok tani dan gapoktan penerima bantuan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, RR. Heni Hernawati, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa hingga September 2026, Kulon Progo telah menerima 109 unit alsintan dari APBN. Bantuan tersebut terdiri atas berbagai jenis, antara lain traktor roda empat, combine harvester, traktor roda dua, hand sprayer, power thresher, tractor crawler, pompa air, dan rice transplanter. Secara keseluruhan, 109 unit tersebut disalurkan kepada 96 penerima dengan nilai sekitar Rp10,4 miliar.

Pada penyerahan tahap keempat tahun 2026, terdapat 42 unit alsintan yang disalurkan kepada 42 kelompok tani dan gapoktan di 11 kapanewon. Bantuan tersebut meliputi traktor roda empat, traktor roda dua rotary dan singkal, pompa air, rice transplanter, combine harvester, serta power thresher. Pada kesempatan tersebut, penyerahan secara simbolis diwakili 29 kelompok tani dan gapoktan.

Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan menegaskan bahwa bantuan alsintan merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, hingga pemerintah pusat. Karena itu, pemanfaatannya harus diarahkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan produksi dan efisiensi pertanian.

“Yang paling penting adalah alat-alat ini diturunkan untuk semaksimal mungkin digunakan untuk kepentingan peningkatan produksi pertanian,” tegasnya.

Menurut Bupati, penggunaan alsintan perlu disesuaikan dengan kondisi dan luasan lahan agar dapat beroperasi secara optimal. Ia menegaskan bahwa alsintan merupakan bantuan untuk kelompok dan harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya, bukan untuk kepentingan pribadi, dialihkan, atau sekadar disimpan.

Untuk bantuan yang kapasitasnya belum sesuai dengan kondisi lahan penerima, Dinas Pertanian dan Pangan diminta mencari solusi agar alat tersebut tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Bantuan ini adalah untuk digunakan, bukan hanya untuk disimpan. Kalau belum bisa memanfaatkannya, Dinas Pertanian harus cari solusi,” ujarnya.

Selain meningkatkan efisiensi waktu dan biaya kerja, Bupati berharap pemanfaatan alsintan dapat menjadi bagian dari pembangunan ekosistem pertanian yang lebih kuat. Petani tidak hanya didorong untuk meningkatkan produksi, tetapi juga mulai memperhitungkan kebutuhan pasar sehingga hasil pertanian memiliki nilai manfaat dan ekonomi yang lebih baik.

Salah satu penerima bantuan, Sudarman dari Gapoktan Glagah Sari, menyampaikan apresiasinya atas bantuan combine harvester yang diterima. Gapoktan Glagah Sari menaungi 15 kelompok tani dengan luasan sawah sekitar 128 hektare.

“Alhamdulillah, dari pemerintah sudah memenuhi kebutuhan yang kami ajukan. Anggota kami ada 15 kelompok tani dengan luasan sawah sekitar 128 hektare. Dengan bantuan ini, insyaallah bisa difungsikan dengan baik,” ujar Sudarman. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online