Berkat Program Sekolah Berintegritas, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari KPK

Media Digital
Media Digital Selasa, 06 Oktober 2026 15:12 WIB
Berkat Program Sekolah Berintegritas, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari KPK

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (Kanan) dalam acara peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 yang digelar KPK di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026)./ Istimewa

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.

Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi sebagai wilayah dengan penguatan integritas pendidikan melalui program Sekolah Berintegritas (SBI).

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 yang digelar KPK di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Luthfi mengatakan apresiasi tersebut menjadi penguat bagi upaya pencegahan korupsi yang dilakukan sejak lingkungan pendidikan.

“Pencegahan dini pada anak-anak kita ini sangat penting sekali. Ini sebagai upaya membangun integritas secara nasional,” kata dia.

Dalam pelaksanaannya, penguatan integritas menyasar empat unsur utama, yakni kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan non-guru, serta murid.

“Anak-anak sekolah dididik untuk tidak menyontek, dididik untuk bertindak jujur, kemudian dididik kegiatan OSIS yang apa adanya, tidak curang dan lain sebagainya. Kemudian guru juga harus mendidik terkait dengan integritas,” katanya.

Kepala sekolah diarahkan memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola, sedangkan guru mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam pembelajaran dan keteladanan.

Praktik integritas juga didorong hadir dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Contohnya pemilihan OSIS secara jujur, tes atau ulangan melalui sistem digital, kanal pengaduan digital, hingga Laboratorium SBI.

“Jangan sampai masuk sekolah bayar, kemudian ada pungli dan lain sebagainya. Jadi pendidikan dini ini digunakan untuk upaya pencegahan, bahwa integritas dalam pencegahan tindak pidana korupsi disiapkan dari anak-anak kita,” tegasnya.

Program SBI di Jawa Tengah dimulai pada 2023 dengan melibatkan 104 sekolah. Pada 2025, implementasinya diperluas menjadi 645 sekolah. Tahun ini, penguatan program dilanjutkan melalui pembentukan 12 Laboratorium SBI di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan program Sekolah Berintegritas milik Jawa Tengah merupakan salah satu praktik baik yang diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain.

“Dengan menampilkan nama Sekolah Berintegritas saja, setidaknya auranya itu sudah menyebar ke semuanya. Harapannya ini menyebar ke semuanya,” ujar Setyo.

Ia menekankan pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Pencegahan perlu dibangun melalui pendidikan dan pembentukan karakter sejak dini.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan orang-orang pintar. Kejujuran, komitmen, konsistensi, dan integritas harus menjadi bagian dari karakter peserta didik.

“Secerdas apa pun teknologi, tidak akan bisa menggantikan integritas,” tegasnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online