Pasca Gempa NTT, AHM Perkuat Layanan Kesehatan untuk Mobilitas Produktif Masyarakat

Media Digital
Media Digital Rabu, 07 Oktober 2026 19:02 WIB
Pasca Gempa NTT, AHM Perkuat Layanan Kesehatan untuk Mobilitas Produktif Masyarakat

PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Agustus 2026./ Ist

MANGGARAI BARAT — PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Agustus 2026. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak, AHM membantu memulihkan prasarana pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat, pada 3 Oktober 2026.

Selain dukungan di bidang kesehatan, Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan habitat komodo, Taman Nasional Komodo.

Melalui dukungan prasarana kesehatan, lebih dari 7.200 warga dari desa-desa di sekitar Puskesmas Warsawe diharapkan dapat kembali mengakses layanan kesehatan secara optimal setelah bencana. Bantuan tersebut berupa prasarana dan peralatan penunjang pelayanan kesehatan primer, mulai dari rawat jalan, persalinan, hingga layanan gawat darurat.

Dukungan yang diberikan mencakup fasilitas penunjang listrik, ketersediaan air bersih, serta perangkat pendukung pelayanan kesehatan. Kepala UPTD Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani, mengatakan pemulihan fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas untuk membantu masyarakat bangkit setelah bencana.

“Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami akan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Fani.

Pemulihan layanan kesehatan juga akan dilanjutkan melalui revitalisasi empat posyandu di Kabupaten Nagekeo, NTT. Revitalisasi tersebut bertujuan mendukung penyediaan layanan kesehatan dasar secara optimal, khususnya pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, serta pemantauan kesehatan remaja dan lansia.

Langkah pemulihan ini melanjutkan upaya AHM dalam mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat pascagempa pada Agustus hingga awal Oktober 2026. Pada 17–19 Agustus, Yayasan AHM bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyalurkan bantuan kebutuhan dasar secara bertahap kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka.

Bantuan tersebut meliputi sembako, selimut, obat-obatan, dan vitamin. Dukungan kemanusiaan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga terdampak.

Bantuan tambahan mencakup perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan nelayan untuk mendukung pemulihan mata pencaharian, paket makanan bergizi setiap hari selama tujuh hari, paket sembako untuk dapur umum, serta air bersih bagi warga yang mengalami keterbatasan akses air pascabencana.

General Manager Corporate Communication AHM, Rina Listiani, mengatakan pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas produktif sehari-hari.

“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan dari dampak bencana di NTT dan sekitarnya,” ujar Rina.

Perkuat Ekosistem Pesisir dengan 10.000 Bibit Mangrove

Melengkapi upaya pemulihan sosial dan kesehatan, Yayasan AHM bersama PT Mitra Pinasthika Mulia, jaringan main dealer sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT, serta Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia memperkuat ekosistem pesisir melalui penanaman 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, pada 5 Oktober 2026.

Penanaman tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Pulau Komodo. Mangrove berperan penting sebagai pelindung pesisir, penyimpan karbon biru (blue carbon), serta habitat bagi berbagai biota laut dan pesisir di kawasan yang menjadi rumah bagi komodo, satwa endemik Indonesia.

Upaya rehabilitasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Kegiatan tersebut melibatkan Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo, Desa Komodos, serta masyarakat sekitar.

Melalui berbagai program tersebut, Yayasan AHM berkomitmen menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian habitat komodo. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pemulihan kehidupan warga terdampak bencana dan memastikan kekayaan alam Pulau Komodo tetap terpelihara bagi generasi mendatang. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online