Astra Hadirkan Produk Unggulan UMKM Lokal di Trade Expo Indonesia 2026
Astra menghadirkan produk unggulan UMKM binaan dari berbagai daerah di Trade Expo Indonesia 2026 untuk memperluas akses pasar ekspor dan mendorong pertumbuhan u
Kolaborasi tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Diponegoro (UNDIP), menghasilkan pengembangan aplikasi SIGUMI / Istimewa
LOMBOK TIMUR— Kolaborasi tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Diponegoro (UNDIP), menghasilkan pengembangan aplikasi SIGUMI sebagai inovasi digital untuk mendukung komunikasi mitigasi bencana di kawasan objek dengan daya tarik wisata yang memiliki risiko bencana.
Aplikasi SIGUMI diperkenalkan kepada para pemangku kepentingan dalam kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, dan Launching Aplikasi SIGUMI di Kantor Bupati Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (14/10/2026), pukul 09.00–12.00 WITA. Kegiatan ini merupakan bagian dari diseminasi hasil penelitian tahun pertama yang didukung Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Riset Inovatif Produktif (RISPRO).
Sebanyak 50 peserta dari unsur pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, pengelola kawasan konservasi, perguruan tinggi, dan komunitas menghadiri kegiatan tersebut. Selain peluncuran aplikasi, kegiatan juga mencakup uji coba SIGUMI secara langsung untuk memperkenalkan proses pengunduhan dan penggunaan fitur kepada para peserta.
Pengembangan aplikasi SIGUMI merupakan bagian dari penelitian berjudul “Mitigasi Komunikasi Bencana Inklusif Melalui Aplikasi SIGUMI dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Objek Dengan Daya Tarik Wisata (ODTW) di Indonesia (Studi pada Wisata Gunung Berapi: Gunung Merapi, Yogyakarta, Gunung Agung, Bali, dan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat)”.
Penelitian ini diketuai oleh Prof. Dr. Adhianty Nurjanah, M.Si., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), UMY. Tim juga melibatkan Riski Apriliani, dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika, UMS, serta Kurniawan Teguh Martono, dari Departemen Teknik Komputer, Fakultas Teknik, UNDIP.
Penelitian lintas perguruan tinggi ini memadukan perspektif komunikasi dan teknologi komputer dalam upaya mengembangkan sarana komunikasi mitigasi bencana yang relevan dengan kebutuhan kawasan wisata. Pendekatan tersebut menempatkan penyampaian informasi, aksesibilitas, dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan di kawasan rawan bencana.
Kolaborasi akademik ini juga didukung oleh Budi Setiawan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai mitra penelitian. Keterlibatan mitra kebencanaan diharapkan dapat membantu menghubungkan pengembangan inovasi dengan kebutuhan edukasi, kesiapsiagaan, dan praktik pengurangan risiko bencana.
Peluncuran SIGUMI di Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu bentuk diseminasi hasil penelitian kepada calon pengguna dan pemangku kepentingan. Uji coba aplikasi dilakukan mulai dari proses mengunduh hingga mencoba fitur yang tersedia.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal aplikasi secara langsung serta melihat potensinya dalam mendukung komunikasi mitigasi bencana di kawasan Gunung Rinjani. Pengelola kawasan, lembaga kebencanaan, pemerintah daerah, dan komunitas diharapkan dapat berperan dalam evaluasi serta pengembangan pemanfaatan aplikasi sesuai kebutuhan lapangan.
Perwakilan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengapresiasi fitur tracking pendaki yang dinilai berpotensi membantu pengelola memantau aktivitas pendakian dan mendukung proses pencarian ketika terjadi kondisi darurat.
“Sebagai pengelola TNGR, kami sangat mengapresiasi aplikasi SIGUMI dalam fitur tracking pendaki. Fitur ini diharapkan dapat membantu dan memudahkan pengelola dalam pencarian serta pelacakan pendaki yang melakukan pendakian di Gunung Rinjani,” ungkap perwakilan TNGR.
Apresiasi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan teknologi yang memperhatikan kebutuhan pengguna di kawasan wisata alam. Pemanfaatan fitur digital tetap perlu didukung prosedur keselamatan pendakian, kesiapan petugas, dan koordinasi antarlembaga agar dapat berfungsi sebagai sarana pendukung yang efektif.
Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Adhianty Nurjanah, M.Si., menyampaikan bahwa pengembangan SIGUMI tidak terlepas dari kebutuhan untuk membangun kerja sama lintas sektor dalam penanganan bencana.
“Menurut saya, ini adalah wujud nyata dari kolaborasi pentahelix yang ada di Kabupaten Lombok Timur dalam pemecahan masalah, khususnya terkait penanganan bencana di objek dengan daya tarik wisata yang memiliki risiko bencana,” ujar Prof. Adhianty.
Menurutnya, pengembangan inovasi untuk mitigasi bencana perlu diikuti dengan upaya membangun keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi berkontribusi melalui penelitian dan pengembangan teknologi, pemerintah daerah berperan dalam kebijakan dan koordinasi, sedangkan lembaga kebencanaan, pengelola kawasan, serta komunitas berkontribusi melalui praktik kesiapsiagaan dan penyebarluasan informasi.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena keselamatan wisatawan dan masyarakat di kawasan rawan bencana membutuhkan dukungan informasi yang dapat dipahami, koordinasi yang baik, dan kesadaran terhadap risiko.
Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap penelitian dan pengembangan SIGUMI. Ia menilai hasil penelitian dapat membantu pemerintah daerah dalam mempertimbangkan pengelolaan wisata yang memperhatikan risiko bencana.
“Lombok Timur itu tanahnya subur dan dianugerahi pemandangan yang indah. Namun, di samping itu, wilayah ini memiliki risiko bencana yang tinggi, mulai dari tanah longsor, gempa bumi, lahar dingin, banjir bandang, kekeringan, hingga erupsi Gunung Api Rinjani. Adanya hasil penelitian ini tentu membantu kami dalam merumuskan kebijakan baru mengenai pengelolaan wisata di kawasan berisiko bencana, dengan memanfaatkan aplikasi SIGUMI sebagai aplikasi komunikasi mitigasi bencana Gunung Rinjani. Saya sangat mengapresiasi kolaborasi riset yang berdampak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lombok Timur, Lalu Mulyadi, berharap kerja sama penelitian dapat terus berlanjut dan SIGUMI dapat membantu mendukung pengurangan risiko bencana di wilayah Lombok Timur.
Dukungan pemerintah daerah dan BPBD menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat pemanfaatan hasil penelitian. Keberlanjutan aplikasi membutuhkan sosialisasi, edukasi pengguna, evaluasi, pembaruan informasi, serta koordinasi antara pihak-pihak terkait.
Penelitian SIGUMI menempatkan Gunung Merapi di Yogyakarta, Gunung Agung di Bali, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat sebagai kawasan studi untuk pengembangan komunikasi mitigasi bencana di destinasi wisata gunung berapi.
Melalui kolaborasi UMY, UMS, UNDIP, dan MDMC PP Muhammadiyah, penelitian ini berupaya menghubungkan keilmuan komunikasi, teknologi, dan pengalaman kebencanaan untuk mendukung pengembangan inovasi yang dapat dimanfaatkan di lapangan.
Peluncuran SIGUMI di Lombok Timur menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan hasil penelitian kepada pemangku kepentingan dan membuka ruang pemanfaatan yang lebih luas. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan akses informasi mitigasi, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan wisatawan, serta berkontribusi pada pengelolaan pariwisata yang lebih aman dan berkelanjutan.
Dengan dukungan kolaborasi lintas perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, dan komunitas, hasil penelitian diharapkan dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan wisata yang memiliki risiko bencana. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra menghadirkan produk unggulan UMKM binaan dari berbagai daerah di Trade Expo Indonesia 2026 untuk memperluas akses pasar ekspor dan mendorong pertumbuhan u
Ijazah hilang, rusak, atau salah data? Simak cara mengurus penerbitan ulang atau surat keterangan pengganti melalui sekolah dan dinas pendidikan.
Jangan sembarangan menaruh HP. Kenali empat tempat yang berisiko membuat HP cepat panas, mengganggu kinerja, dan memperpendek usia baterai.
WNI pemegang e-paspor bisa mengajukan registrasi bebas visa Jepang secara online. Simak syarat, masa berlaku, cara daftar, dan ketentuan masuk.
Persib Bandung unggul 1-0 atas The Cong-Viettel pada babak pertama ACL 2 2026/2027. Mariano Peralta mencetak gol melalui penalti menit ke-44.
Astra menghadirkan produk unggulan UMKM binaan dari berbagai daerah di Trade Expo Indonesia 2026 untuk memperluas akses pasar ekspor dan mendorong pertumbuhan u