7 KDKMP di Magelang Siap Beroperasi, BNI Hadirkan Layanan Mini Bank

Media Digital
Media Digital Jum'at, 16 Oktober 2026 12:32 WIB
7 KDKMP di Magelang Siap Beroperasi, BNI Hadirkan Layanan Mini Bank

Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Pangan, Prayudi Syamsuri (Kedua dari kiri), bersama Corporate Banking Director PT BNI, Agung Prabowo (kiri), meninjau KDKMP Kebonagung di Kabupaten Magelang, Kamis (15/10/2026)./Harian Jogja—Catur Dwi Janati

MAGELANG—Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) meninjau operasionalisasi tujuh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026). Selain menjadi gerai penjualan kebutuhan pokok, KDKMP ditargetkan menjadi pusat perputaran ekonomi desa sekaligus penyerap (offtaker) hasil pertanian masyarakat. Kehadiran BNI Agen46 di KDKMP juga diharapkan memudahkan warga mengakses berbagai layanan perbankan.

Dalam kunjungan tersebut, Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Pangan, Prayudi Syamsuri, bersama Corporate Banking Director PT Bank Negara Indonesia (BNI), Agung Prabowo, meninjau tujuh KDKMP. Ketujuh koperasi tersebut yakni KDKMP Menayu, Keji, Gunungpring, Salamkanci, Bandongan, Kalegen, dan Kebonagung.

Prayudi menjelaskan peninjauan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden terkait pemantauan operasionalisasi KDKMP di lapangan. Pemeriksaan mencakup sejumlah aspek, mulai dari kesiapan bangunan hingga ketersediaan pasokan barang.

Berdasarkan hasil peninjauan, tujuh KDKMP tersebut dinilai telah memiliki kesiapan bangunan untuk beroperasi.

“Pada hari inilah kita coba mengecek bagaimana kesiapan dari koperasi desa itu. Yang pertama dari sisi bangunan. Dari yang kita tinjau alhamdulillah bangunan sudah siap untuk beroperasi,” tuturnya.

Selain bangunan, Prayudi juga memeriksa ketersediaan barang yang dijual di gerai KDKMP. Ia melihat langsung sejumlah bahan kebutuhan pokok yang dipasok oleh badan usaha milik negara (BUMN) telah tersedia.

“Yang kedua adalah pasokan bahan. Pasokan bahan sudah dipasok dari BUMN-BUMN yang memang ditugaskan untuk mengisi. Baik itu terkait dengan gas LPG, kemudian beras, kemudian gula pasir, kemudian minyak goreng,” ujarnya.

Meski melihat kesiapan sejumlah KDKMP di Kabupaten Magelang, Prayudi menegaskan pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan operasionalisasi koperasi berjalan optimal.

Ia berharap keterlibatan BUMN, BNI, dan para manajer KDKMP dapat menjadi penyemangat bagi pengurus koperasi. Menurutnya, pengurus tidak bekerja sendiri dalam mengembangkan koperasi karena mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi pengurus koperasi bahwa mereka tidak bekerja sendiri. Kita bersama-sama membangun, anggota juga sudah kita lihat bahwa semangat dan siap untuk menjadi offtaker untuk produk-produk pertanian,” ungkapnya.

Prayudi juga berharap KDKMP dapat menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang bersubsidi. Karena itu, barang bersubsidi menjadi salah satu prioritas yang disediakan di gerai koperasi, selain berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

“Tentu yang lain, kebutuhan-kebutuhan pokok itu menjadi kebutuhan juga ya, untuk mendekatkan kepada masyarakat,” tandasnya.

Ia menegaskan peran KDKMP tidak sebatas menyediakan gerai penjualan. Koperasi tersebut juga berpotensi menjadi offtaker yang menyerap hasil pertanian dan berbagai produk unggulan desa.

Saat mengunjungi KDKMP Kebonagung di Kecamatan Bandongan, Prayudi berdialog dengan manajer koperasi mengenai penjualan minyak goreng dan gas LPG. Ia juga berdiskusi dengan warga serta menampung masukan untuk pengembangan koperasi.

Prayudi meminta seluruh fasilitas KDKMP, mulai dari bangunan hingga kendaraan operasional, dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Dengan begitu, koperasi dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, mulai dari pemasaran hasil pertanian dan produk olahan hingga berbagai kegiatan usaha lainnya.

“Jadi koperasi bukan hanya kita berbicara gerai, kita berbicara bagaimana menjadi offtaker dari produk-produk pertanian yang ada di suatu lokasi,” tegasnya.

BNI Agen46 Hadirkan Layanan Mini Bank

Sementara itu, Corporate Banking Director PT BNI, Agung Prabowo, menjelaskan kehadiran BNI Agen46 di KDKMP bertujuan mendekatkan akses layanan perbankan kepada masyarakat. Melalui layanan tersebut, koperasi dapat berfungsi layaknya bank mini yang melayani berbagai transaksi keuangan harian.

“Terus terang aja kita juga ingin menjadi semacam bank kecil atau bank mini,” tuturnya.

Layanan BNI Agen46 mencakup sedikitnya delapan jenis transaksi, antara lain setor dan tarik tunai, transfer antarbank, pembayaran tagihan, pembelian tiket, pembukaan rekening, pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembayaran melalui VA Billing, serta pengisian saldo atau top up.

Agung mengatakan layanan tersebut diharapkan membantu masyarakat yang belum terbiasa bertransaksi melalui aplikasi perbankan. Warga tidak perlu datang ke kantor bank karena dapat melakukan transaksi melalui koperasi desa.

“Di mana kita juga membantu masyarakat yang mungkin dia tidak bisa bertransaksi juga melalui aplikasi, tapi mereka juga tidak perlu ke bank, mereka cukup ke koperasi desa merah putih untuk melakukan transaksi. Apakah itu bayar listrik, bayar pajak, bayar telekomunikasi, atau juga untuk bayar tagihan lainnya dan juga melakukan transfer,” jelasnya.

Selain melayani transaksi perbankan, Agung menyebut keberadaan layanan tersebut berpotensi mendukung penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). BNI juga dapat memetakan potensi usaha masyarakat sebagai salah satu referensi pengajuan KUR.

Menurutnya, sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijalankan warga, seperti penjualan telur, daging, kambing, sapi, dan ayam, memiliki potensi untuk dikembangkan melalui dukungan pembiayaan.

“Jadi, kita siap di situ dan tentunya juga kita juga siapkan juga. Kita lihat tadi di sini banyak sekali wirausaha UMKM, ada yang jual telur, ada yang jual daging, kambing, sapi, ayam, ini yang kemudian juga kita bisa lihat untuk menjadi referensi dari pengajuan KUR bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui penguatan fungsi ekonomi dan layanan keuangan tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan pokok, tetapi juga membuka akses pasar bagi produk lokal serta mendorong perkembangan usaha warga desa. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online