Timbulsloko Demak Jadi Percontohan Pemulihan Pesisir Pantura
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
UKDW menjadi ruang diseminasi Festival Inovasi Jogja 2026, menghadirkan inovasi pengelolaan sampah, kesehatan mental, pariwisata, dan pangan. /Istimewa.
JOGJA—Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menjadi ruang diseminasi berbagai inovasi daerah dalam rangkaian Festival Inovasi Jogja (FIJ) 2026 melalui Seminar Hilirisasi Inovasi Daerah: Kolaborasi, Perlindungan HKI, dan Implementasi Inovasi, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lecture Hall Pdt. Dr. Rudy Budiman ini mempertemukan gagasan inovasi di bidang lingkungan, kesehatan mental, pariwisata, pelayanan publik, pendidikan, dan pangan.
Seminar yang menjadi bagian dari kegiatan Seminar Kolaborasi, Workshop dan Diseminasi Pelajar dan Peneliti ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mengembangkan inovasi yang menjawab kebutuhan publik. Selain implementasi inovasi, forum ini membahas perlindungan kekayaan intelektual (KI) sebagai upaya menjaga hak pencipta dan membuka peluang pemanfaatan ekonomi.
Vedi Winoto, Analis Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan materi tentang pentingnya perlindungan KI untuk mendorong kreativitas dan inovasi. KI mencakup hak yang timbul dari hasil olah pikir manusia, seperti karya, penemuan, desain, dan identitas usaha. Perlindungan KI memberikan kepastian hukum, penghargaan kepada pencipta, serta peluang memperoleh manfaat ekonomi melalui lisensi dan royalti.
Berbagai praktik inovasi Pemerintah Kota Yogyakarta turut diperkenalkan. Di bidang lingkungan, Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, drh. Supriyanto M.VPH, memaparkan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS). Program ini mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pendampingan penggiat bank sampah di 45 kelurahan, edukasi di sekolah, dan pemberian apresiasi kepada masyarakat yang aktif mengelola sampah. Mas JOS juga menyediakan layanan penjemputan sampah berukuran besar, seperti kasur, perabot, perangkat elektronik, dan ranting pohon, melalui Tim Reaksi Cepat (TRC).
Pada bidang kesehatan mental, Psikolog Klinis RS Pratama Kota Yogyakarta, Nurhamidah, S.Psi., M.Psi., memaparkan Program Adults and Adolescents Community Center (ACC). Program ini dikembangkan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental di lingkungan pendidikan melalui skrining, edukasi, konsultasi, pendampingan, dan rujukan. Pelaksanaannya didukung instrumen skrining serta media edukasi digital dan jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas guru bimbingan konseling.
Sementara itu, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Cesaria Eka Yulianti Sri Hastuti, S.T., M.T., memperkenalkan KOPI ARABIKA (Kolaborasi Pihak Swasta antara Bisnis Hotel dan Kampung Wisata). Program ini menjembatani kerja sama hotel dan kampung wisata untuk meningkatkan kesiapan kampung wisata memasuki pasar industri perhotelan, memperluas promosi, dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan.
Inovasi pelayanan publik juga hadir melalui JOGJA SATSET (Sistem Akselerasi Teknis, Solusi Efisien Terintegrasi) yang digagas Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta di bawah kepemimpinan Umi Akhsanti, S.T., M.T. Program ini dirancang untuk mempercepat rekomendasi teknis Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) melalui kolaborasi lintas sektor dan penyederhanaan proses layanan, sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dari sektor retribusi PBG.
Diseminasi juga menampilkan inovasi pelajar, hasil penelitian, serta implementasi program komunitas. Salah satunya adalah inovasi beras analog berbahan dasar ketela pohon yang dikombinasikan dengan Moringa oleifera atau daun kelor, karya Lintang Kirana Aryo Kho dan Syifa Nauli Hidayat Pangestu dari SMPIT Abu Bakar Yogyakarta, dengan bimbingan Furi Ningsih Sri Sukowati, M.Pd. Inovasi yang dikenal sebagai Anacerice ini meraih penghargaan dalam AIP 2025 dan dikembangkan untuk mendukung diversifikasi pangan lokal melalui pemanfaatan singkong dan kelor. Anacerice menawarkan alternatif pangan dengan kandungan serat, pati resistan, dan antioksidan, sekaligus berpotensi mendukung ketahanan pangan serta membuka peluang ekonomi berbasis hasil pertanian lokal.
Hasil penelitian Bappeda 2026 bersama perguruan tinggi turut didiseminasikan melalui program Taman Berdaya Literasi yang dipaparkan oleh Dr. Wiwiek Afifah, S.Pd., M.Pd. dan Hana Farida, S.S., M.A. dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Program ini mengangkat pendekatan transformative thinking melalui fanfiction dan gastro literature dalam implementasi dan evaluasi program komunitas anak. Taman Berdaya Literasi dikembangkan bukan sekadar sebagai ruang membaca, melainkan ruang partisipatif yang mendorong anak mengembangkan keberanian berekspresi dan menyampaikan gagasan.
Selain itu, Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan kajian aplikasi probiotik untuk pengelolaan sampah organik di Pasar Giwangan. Kajian ini diarahkan untuk mendukung upaya pengurangan sampah di Kota Yogyakarta melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah organik.
Beragam praktik tersebut memperlihatkan bahwa inovasi dapat berkembang melalui berbagai pendekatan, mulai dari perlindungan kekayaan intelektual dan pengembangan program pemerintah hingga penelitian, kreativitas pelajar, dan pemberdayaan komunitas. Diseminasi ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai penerapan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan kegiatan dalam rangkaian FIJ 2026, UKDW mendukung kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mempertemukan pengetahuan, hasil penelitian, dan praktik inovasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mendorong inovasi yang tidak berhenti pada tahap gagasan, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
Taksi Green SM menabrak pembatas jalan di Joglo, Jakarta Barat, Senin sore. Tidak ada korban, sementara lalu lintas menuju Kebon Jeruk padat.
Bea Cukai Yogyakarta menggagalkan upaya ekspor 4,2 kg padatan diduga emas di Bandara YIA. Nilai barang hampir Rp11 miliar.
Sebanyak 9 SD di Sleman masih membutuhkan bantuan air bersih akibat sumur mengering. BPBD menyalurkan 2.000 liter air tiap sekolah.
Festival Inovasi Jogja 2026 ditutup di UKDW dengan penyerahan katalog riset dan penguatan kolaborasi inovasi untuk pembangunan daerah.
Rupiah melemah ke Rp18.046 per dolar AS akibat kekhawatiran pengetatan kebijakan The Fed dan meningkatnya ketegangan geopolitik.