SD Negeri Kasihan Bantul Bidik Juara Nasional SSK 2026

Media Digital
Media Digital Jum'at, 16 Oktober 2026 18:07 WIB
SD Negeri Kasihan Bantul Bidik Juara Nasional SSK 2026

Verifikasi Lapangan Apresiasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) 2026 di SD Negeri Kasihan./ Harian Jogja - Kiki Luqman

BANTUL—SD Negeri Kasihan, Kabupaten Bantul, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk membangun karakter siswa melalui pendidikan kependudukan. Upaya tersebut menjadi modal sekolah dalam menghadapi verifikasi lapangan Apresiasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) 2026 pada Jumat (16/10/2026).

Direktur Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN, I Made Yudhistira Dwipayama, mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, SSK menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sumber daya manusia (SDM).

“Sekolah Siaga Kependudukan itu merupakan unsur kolaborasi seluruh pihak dalam rangka membangun sumber daya manusia,” ujarnya.

Dia menilai penguatan SSK di tingkat sekolah dasar penting karena pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini. Nilai-nilai tata krama, etika, kejujuran, sopan santun, dan kerja keras harus dilatih melalui perilaku sehari-hari.

“Hal tata krama, etika, sopan santun, kejujuran, dan hal-hal baik lainnya, termasuk kerja keras, itu merupakan nilai-nilai dasar yang memang harus kita latihkan, kita bekalkan dan kita perkuat mulai di jenjang sekolah dasar,” katanya.

Yudhistira optimistis SD Negeri Kasihan mampu meraih prestasi di tingkat nasional. Dia bahkan menilai sekolah tersebut layak menjadi juara nasional dalam Apresiasi SSK 2026.

“Kehadiran saya, saya pastikan SD Negeri Kasihan sudah cocok untuk jadi juara nasional SSK,” ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan program tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM. Menurutnya, pembangunan SDM tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga harus mencakup pembentukan karakter dan moral.

“Karakter moral itu penting untuk diajarkan ke generasi berikutnya, selanjutnya adalah jujur dan tidak sombong,” katanya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Kasihan, Harsiana Wardani, mengatakan sekolah menjalankan program SSK melalui berbagai kegiatan yang melibatkan orang tua, masyarakat, dan sekolah lain. Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas, sekolah memperluas jejaring serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah.

“Kami memilih meluas jejaring dan mencari mitra, dengan pemerintah untuk mengejar keterbatasan tadi,” ujarnya.

Harsiana berharap verifikasi SSK 2026 dapat menjadi sarana evaluasi sekaligus kesempatan bagi sekolah untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan kependudukan.

“Bagi kami verifikasi ini jadi ruang untuk kami bertumbuh dan terus menjadi lebih baik,” tuturnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online