Penelitian Dosen FK UKDW: Pelembap Bantu Redakan Gatal pada Pasien Cuci Darah

Penelitian Dosen FK UKDW: Pelembap Bantu Redakan Gatal pada Pasien Cuci Darah

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW), Dr. dr. Arum Krismi, M.Sc., Sp.DVE, FINSDV, FAADV./ Istimewa

Rasa gatal kronis merupakan salah satu keluhan yang dapat mengganggu kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis atau cuci darah secara rutin. Penelitian dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW), Dr. dr. Arum Krismi, M.Sc., Sp.DVE, FINSDV, FAADV, menunjukkan bahwa penggunaan lotion pelembap secara rutin dapat membantu mengurangi intensitas gatal pada pasien tersebut.

Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari disertasi dr. Arum di Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM). Penelitian tersebut melibatkan 61 pasien yang menjalani hemodialisis secara rutin dan berfokus pada pengembangan lotion berbahan aktif provitamin D3 untuk membantu mengatasi gatal kronis.

Menurut dr. Arum, rasa gatal pada pasien cuci darah kerap dianggap sebagai keluhan biasa, padahal kondisi tersebut dapat berdampak pada kualitas tidur dan kesejahteraan pasien. “Keluhan gatal yang sering diabaikan dapat mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan gangguan tidur kronis. Dalam jangka panjang, hal ini memperberat perjalanan penyakit dan bahkan dapat menurunkan harapan hidup,” ungkapnya.

Lebih lanjut dr. Arum menjelaskan, salah satu faktor yang berperan dalam timbulnya rasa gatal pada pasien hemodialisis adalah kulit kering atau xerosis. Kondisi ini berkaitan dengan berkurangnya kelembapan pada lapisan terluar kulit atau stratum corneum. Jika berlangsung terus-menerus, kulit kering dapat memicu rasa gatal yang mengganggu kenyamanan dan kualitas tidur pasien.

Dalam penelitian tersebut, dr. Arum membandingkan dua formulasi lotion, yakni lotion yang mengandung provitamin D3 (7-DHC) dan lotion kontrol tanpa tambahan provitamin D3. Kedua formulasi mengandung komponen lipid berupa ceramide, kolesterol, dan asam linoleat yang berperan dalam menjaga fungsi sawar kulit (skin barrier).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kedua jenis lotion secara rutin, dua kali sehari setelah mandi, berkaitan dengan penurunan intensitas gatal dan peningkatan kelembapan kulit. Namun, penambahan provitamin D3 tidak menunjukkan perbedaan efektivitas yang signifikan dibandingkan dengan lotion kontrol.

Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan pelembap yang membantu mempertahankan kelembapan dan mendukung fungsi sawar kulit berpotensi menjadi bagian penting dalam perawatan kulit pasien hemodialisis. Kandungan humectant membantu mempertahankan air pada kulit, sedangkan komponen lipid membantu menjaga fungsi pelindung kulit agar kelembapannya tetap terjaga.

Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan lotion pelembap secara rutin, terutama setelah mandi, dapat menjadi salah satu langkah pendukung untuk membantu mengurangi keluhan gatal pada pasien cuci darah. Meski demikian, rasa gatal pada pasien penyakit ginjal kronik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pasien yang mengalami gatal berkepanjangan atau merasa terganggu dalam menjalani aktivitas sehari-hari perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online