Jelang Musim Hujan, PLN Minta Warga Jogja Waspadai Gangguan Jaringan Listrik
PLN UID Yogyakarta mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekitar jaringan listrik dan melaporkan potensi gangguan menjelang musim hujan 2026/2027.
Petugas PLN menyiagakan peralatan menghadapi musim hujan/Istimewa-PLN
Harianjogja.com, JOGJA—PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan jaringan listrik menjelang musim hujan 2026/2027. Warga diminta memperhatikan kondisi pepohonan, kabel, tiang listrik, serta benda-benda di sekitar jaringan agar pasokan listrik tetap terjaga.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan 2026/2027 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi berlangsung secara bertahap mulai dasarian III November hingga dasarian II Desember 2026.
Peralihan musim menjadi momentum bagi masyarakat untuk memeriksa kondisi lingkungan masing-masing. Dahan pohon yang mendekati kabel listrik, tiang yang terlihat miring, maupun kabel yang menjuntai perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan gangguan.
Hujan yang disertai angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang, dahan patah, atau benda lain mengenai jaringan listrik. Kondisi tersebut berisiko mengganggu kontinuitas pasokan listrik kepada masyarakat.
General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, mengatakan keandalan listrik tidak hanya bergantung pada kesiapan PLN, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan sekitar jaringan dapat membantu mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan di sekitar jaringan listrik. Jika melihat pohon atau ranting yang berpotensi mengenai kabel listrik, tiang yang terlihat miring, maupun kabel yang menjuntai, silakan segera laporkan kepada PLN. Kepedulian masyarakat sangat berarti untuk membantu kami melakukan langkah antisipatif sehingga potensi gangguan dapat ditangani lebih awal," ujar Deri.
PLN Perkuat Kesiapan Infrastruktur dan Personel
Menghadapi musim hujan, PLN UID Yogyakarta terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan personel. Sejumlah langkah dilakukan untuk mengantisipasi gangguan yang dapat muncul akibat cuaca ekstrem maupun bencana alam.
Upaya tersebut meliputi patroli jaringan secara berkala, pemeriksaan peralatan distribusi, pemeliharaan preventif, serta identifikasi jaringan listrik yang berada di kawasan rawan bencana. Langkah-langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Berdasarkan pemetaan risiko bencana PLN UID Yogyakarta pada awal 2026, sejumlah wilayah kerja memiliki potensi bencana yang perlu diantisipasi. Ancaman tersebut meliputi erupsi Gunung Merapi, tanah longsor, banjir, gempa bumi, hingga tsunami.
Pemetaan PLN mencatat terdapat 12 titik rawan erupsi Gunung Merapi, 20 titik rawan tanah longsor, 15 titik rawan banjir, 10 titik rawan gempa bumi, dan 8 titik rawan tsunami.
Data tersebut menjadi salah satu acuan PLN dalam menentukan prioritas mitigasi dan kesiapan pemulihan sistem kelistrikan. Dengan pemetaan risiko, upaya antisipasi dapat diarahkan pada wilayah yang memiliki potensi terdampak bencana.
Siagakan 368 Personel Selama 24 Jam
Dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pada awal 2026, PLN UID Yogyakarta telah menyiagakan 368 personel yang bertugas selama 24 jam. Kesiapan tersebut didukung berbagai sarana operasional untuk menunjang penanganan gangguan dan pemulihan pasokan listrik.
Dukungan peralatan yang disiapkan meliputi 39 kendaraan roda empat dan 25 kendaraan roda dua. PLN juga menyiapkan 14 unit genset dengan kapasitas total 186,8 kVA serta 17 unit Gardu Bergerak (UGB).
Selain personel dan peralatan, PLN menyiapkan rencana kontinjensi, pasokan listrik cadangan, serta personel dan material untuk mendukung percepatan pemulihan apabila terjadi gangguan.
Kesiapan tersebut menjadi bagian dari langkah PLN dalam menghadapi berbagai kemungkinan dampak bencana terhadap jaringan distribusi listrik. Patroli dan pemeriksaan berkala juga dilakukan untuk mengidentifikasi potensi gangguan sebelum berdampak lebih luas.
Warga Diminta Tidak Menangani Gangguan Listrik Sendiri
PLN UID Yogyakarta juga mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan ketika menemukan potensi gangguan kelistrikan. Warga tidak diperkenankan menyentuh kabel listrik yang jatuh atau menjuntai.
Masyarakat juga diminta tidak mendekati gardu listrik yang terendam air. Selain itu, pemangkasan pohon secara mandiri harus dihindari apabila pohon tersebut berada dekat dengan jaringan listrik.
Jika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, masyarakat diminta menjaga jarak aman dan segera melaporkannya kepada PLN. Langkah tersebut penting untuk mencegah risiko kecelakaan akibat kontak dengan jaringan listrik.
Laporan mengenai potensi gangguan maupun kebutuhan layanan kelistrikan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123. Informasi yang diterima lebih awal dapat membantu petugas melakukan pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai kondisi di lapangan.
Melalui kesiapan infrastruktur, personel, serta dukungan masyarakat, PLN UID Yogyakarta berharap pelayanan kelistrikan tetap terjaga selama periode musim hujan. Kepedulian terhadap lingkungan dan semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan listrik sekaligus keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN UID Yogyakarta mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekitar jaringan listrik dan melaporkan potensi gangguan menjelang musim hujan 2026/2027.
BPS mencatat inflasi tahunan 3,23% pada Oktober 2026. Harga bensin, tiket pesawat, dan sejumlah bahan pangan menjadi pendorongnya.
Lando Norris memuji Kimi Antonelli yang merebut gelar juara dunia F1 2026 pada usia 20 tahun, sekaligus memecahkan rekor Sebastian Vettel.
DPUPKP Sleman membagi tim pemeliharaan drainase di wilayah barat dan timur untuk menjaga saluran tetap berfungsi selama musim hujan.
Telkom membukukan pendapatan Rp113,5 triliun hingga September 2026, tumbuh 3,5% secara tahunan, didukung pertumbuhan bisnis data dan infrastruktur digital.
Realisasi pembangunan fisik Bantul baru 69,40% hingga Triwulan III 2026. DPRD meminta Pemkab mempercepat proyek infrastruktur, terutama perbaikan jalan.