Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pengelola
Kepala Dispusip Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati (kedua kanan) dan Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir (ketiga kanan) hadir dalam acara Talk Show Penguatan Literasi di Sekolah yang digelar di SDN Sembungan, Rabu (4/11)./ Harian Jogja - Kiki Luqman
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul mendorong sekolah membangun kebiasaan membaca minimal 15 menit setiap hari. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap telepon seluler untuk bermain gim.
Dorongan itu diwujudkan melalui gelar wicara penguatan literasi di sekolah yang digelar Dispusip Bantul di SD Negeri Sembungan, Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber pengetahuan bagi siswa.
Kepala Dispusip Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati, mengatakan penguatan literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan perpustakaan dan koleksi buku. Sekolah juga perlu mendorong siswa agar terbiasa membaca dan memanfaatkan bahan bacaan yang tersedia.
“Hari ini kami melakukan talk show literasi untuk menjelaskan pentingnya literasi di sekolah. Tujuannya untuk menambah ilmu pengetahuan bagi peserta yang hadir. Selain itu, kami juga menyumbangkan buku untuk menambah koleksi perpustakaan sekolah,” katanya, Rabu.
Dian menjelaskan, penguatan literasi di sekolah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan orang tua. Peran orang tua di rumah sangat penting dalam membangun budaya literasi anak sejak dini.
Orang tua dapat menjadi pendamping sekaligus teladan dengan membiasakan anak membaca, menyediakan bahan bacaan yang sesuai usia, serta mengajak mereka berdiskusi. Langkah tersebut dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memperluas wawasan anak.
“Dukungan dan keterlibatan orang tua secara konsisten akan membantu menumbuhkan minat baca serta menjadikan aktivitas literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ucap Dian.
Dian menjelaskan, program penguatan literasi tersebut direncanakan menyasar lima sekolah di Bantul. Sasaran kegiatan meliputi jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sesuai kewenangan Dispusip Bantul dalam mendukung pendidikan dasar.
Menurut dia, penguatan literasi di sekolah menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan generasi yang memiliki pengetahuan dan wawasan luas. Hal itu sejalan dengan cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 sebagaimana disampaikan Presiden.
Dian menilai perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan indeks pembangunan literasi masyarakat di Kabupaten Bantul. Namun, keberadaan perpustakaan harus diikuti dengan pemanfaatan koleksi buku secara optimal.
“Hal yang penting, buku-buku yang ada di perpustakaan itu dimanfaatkan. Kami ingin nantinya ada gerakan membaca buku selama 15 menit di sekolah,” ujarnya.
Dia berharap kebiasaan membaca dapat menjadi bagian dari aktivitas rutin siswa. Dengan begitu, anak-anak memiliki alternatif kegiatan yang lebih bermanfaat di tengah meningkatnya penggunaan telepon seluler untuk bermain gim maupun mengakses hiburan digital.
Menurutnya, membangun budaya baca sejak usia sekolah menjadi salah satu cara untuk memperluas pengetahuan anak. Kebiasaan tersebut juga diharapkan dapat terus terbawa hingga mereka tumbuh dewasa.
Keterlibatan Banyak Pihak
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, menilai penguatan literasi di sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, persoalan pendidikan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah karena terdapat kebutuhan yang perlu didukung oleh organisasi perangkat daerah (OPD).
Dia menyebut kolaborasi antara sekolah dan Dispusip menjadi salah satu bentuk dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Terlebih, sekolah masih membutuhkan tambahan fasilitas dan bahan bacaan untuk menunjang kegiatan belajar siswa.
“Permasalahan pendidikan di Kabupaten Bantul ini tidak bisa diselesaikan oleh sekolah sendiri. Karena itu, kolaborasi dengan OPD, termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, memang harus dilakukan,” kata Jumakir.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mencontohkan gelar wicara literasi yang disertai pemberian bantuan buku kepada sekolah. Menurutnya, tambahan koleksi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan bacaan siswa sekaligus memperkaya referensi yang tersedia di perpustakaan.
“Kalau hanya mengandalkan sekolah, tentu ada keterbatasan, terutama terkait pembiayaan dan kebutuhan lainnya. Sekolah membutuhkan dukungan dari semua perangkat daerah, khususnya dari Dinas Perpustakaan,” ujarnya.
Jumakir menambahkan, penambahan koleksi buku perlu dilakukan agar siswa memiliki lebih banyak pilihan bacaan. Dengan semakin beragamnya bahan bacaan, anak-anak diharapkan memperoleh tambahan pengetahuan di luar materi yang disampaikan guru di kelas. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pengelola
Lima HP dari POCO, vivo, dan Huawei bisa menjadi pilihan pada November 2026. Simak spesifikasi dan harga masing-masing.
Pemkab Bantul melanjutkan PPBMP pada 2027 dengan anggaran Rp40 juta per padukuhan. Sebanyak 40% dialokasikan untuk penanganan kemiskinan dan stunting.
Marc Marquez berpeluang meraih gelar MotoGP 2026 di Qatar. Ia unggul 44 poin dan berpeluang melampaui rekor Valentino Rossi.
Crystal Palace bermain imbang 1-1 melawan Hoffenheim di Liga Europa. Gol Kamada menit akhir menyelamatkan 10 pemain Palace.
AC Milan kalah 0-2 dari Ferencvaros di Liga Europa. Dua gol Lenny Joseph dan kartu merah Bamidele Yusuf mewarnai laga.