HANI 2026: Pelajar DIY Perkuat Komitmen Perangi Narkoba
eklarasi diikuti oleh Satgas Giant SMK Negeri 2 Depok bersama perwakilan Satgas Anti Narkoba dari sejumlah sekolah di DIY.
Mari para pelari kalcer Yogyakarta bisa mengikuti event fun run paling beda di tanah Mataram. - ist
KULONPROGO—Glagah Tropicolorun, yang digelar pada 19 Oktober 2025 di Kulonprogo, menghadirkan pengalaman berbeda dari event fun run pada umumnya. Para pelari akan merasakan sensasi baru dalam ajang yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo ini, karena mereka tidak hanya mendapatkan medali ketika mencapai garis finis.
Pelaksana tugas Kepala Dispar Kulonprogo, Sutarman, mengatakan perbedaan utama Glagah Tropicolorun terletak pada lintasan lomba yang melewati kawasan aerotropolis dengan konsep rekreasi dan sport tourism. Selain itu, pelari tercepat juga akan memperoleh hadiah.
“Kawasan aerotropolis dengan konsep rekreasi dan sport tourism hanya ada di Kulonprogo saja,” katanya kepada Harian Jogja, Kamis (9/10/2025).
Perbedaan lainnya dari event ini adalah rute lari yang melintasi sepanjang garis Pantai Glagah. Jarak yang dapat diikuti peserta yaitu 5K dan 10K. Udara pantai yang segar di pagi hari menjadi daya tarik tersendiri karena masih terbebas dari polusi udara, seperti asap kendaraan.
“Rute lari yang akan dilalui para peserta di tepi Pantai Glagah berupa road, coast to coast, dan tropical laguna,” tambah Sutarman.
Ia menilai, trek lari di Pantai Glagah memiliki karakter berbeda dibanding event fun run lain yang biasanya melintasi kawasan perkotaan. Para peserta Glagah Tropicolorun akan melewati beragam pemandangan tepi pantai dengan lintasan yang bervariasi.
Sutarman menyampaikan, trek Glagah Tropicolorun dimulai dari jalan umum hingga lintasan berpasir di pinggir pantai.
“Track lari seperti itu menjadi kekhasan dan keunikan dari Glagah Tropicolorun,” tuturnya.
Tahun ini, event tersebut juga memiliki perbedaan dibanding edisi sebelumnya. Untuk pertama kalinya, panitia akan memilih peserta dengan best outfit atau busana terbaik selama berlari.
“Penghargaan best outfit ini baru pertama kali diadakan tahun ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, Glagah Tropicolorun tahun ini maupun edisi sebelumnya sama-sama didanai oleh Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
“Sokongan Danais DIY 2025 ini sangat membantu pelaksanaan Glagah Tropicolorun,” ungkap Sutarman.
Menurutnya, sport tourism seperti event fun run ini menjadi bagian dari strategi branding sekaligus upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi di Kulonprogo.
“Termasuk juga sebagai promosi terhadap destinasi yang dimiliki Kulonprogo. Untuk pendaftaran peserta Glagah Tropicolorun bisa melalui tautan https://lawana.id/event/glagah-tropicolorun-2025,” pungkasnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
eklarasi diikuti oleh Satgas Giant SMK Negeri 2 Depok bersama perwakilan Satgas Anti Narkoba dari sejumlah sekolah di DIY.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.