Advertisement
Menguras Harta, Judi Online Wajib Dijauhi
Anggota DPRD DIY, Purwanto (berdiri) memaparkan materinya dalam bedah buku berjudul Menang kecanduan judi online. Harian Jogja - David Kurniawan
Advertisement
GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD DIY, Purwanto mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi judi online (judol). Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam bedah buku berjudul Menang Sekejap Lost Forever di Balai Perdukuhan Gedangan 1, Gedangarejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Selasa (10/3/2026).
“Jangan coba-coba iseng bermain judi online. Sebab, awalnya iseng-iseng, nantinya bisa kecanduan,” kata Purwanto.
Advertisement
Menurut dia, sudah banyak yang menjadi korban praktik judi ini karena tidak hanya menguras harta benda. Pasalnya, ada pelaku yang sampai ingin bunuh diri karena terlilit utang hingga ratusan juta.
“Tetangga saya ada yang utangnya ratusan juta, sempat coba bunuh diri tiga kali, tetapi tidak berhasil,” kata dia.
BACA JUGA
Bagi dia, cara kerja dari judol sebenarnya sudah bisa dipelajari. Pada awalnya, pelaku diberikan kemenangan, tetapi lambat laun terus saja kalah hingga habis apa yang dimiliki.
“Seperti yang ditulis di buku ini. Makanya saya mengimbau agar menghindari judi online karena yang dilawan adalah sistem, dirancang oleh komputer,” kata politikus Gerindra ini.
Menurut dia, praktik judol harus diberantas. Oleh karena itu, penyelenggaraan bedah buku ini menjadi salah satu edukasi kepada masyarakat agar mengetahui bahaya dari praktik judol.
“Mari bersama-sama melawan judi online yang sudah menjadi penyakit di masyarakat,” katanya.
Ditambahkan Purwanto, tujuan lain dari bedah buku untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Hingga saat ini, kesadaran membaca masih sangat renah sehingga budaya literasi harus terus digalakan.
“Dengan membaca, wawasan dan pengetahuan masyarakat bisa bertambah, terlebih dalam menyikapi permasalahan seperti judi online ini,” katanya.
Senada, Kepala Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Informasi, DPAD DIY, Zulfa Kurniawan menilai, program literasi di masyarakat masih butuh ditingkatkan sehingga diselenggarakan program bedah buku. Untuk penyelenggaraan tersebar di seluruh wilayah DIY, salah satunya berlangsung di Perdukuhan Gedangan I, Gedangrejo, Karangmojo.
“Tingkat literasi di masyarakat memang masih butuh ditingkatkan agar lebih pintar. Makanya, diselenggarakan bedah buku Menang Sekejap Lost Forever di Balai Perdukuhan Gedangan 1, Kalurahan Gedangarejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Selasa (10/3) bekerja sama dengan DPRD DIY,” katanya.
Tambah Wawasan
Salah seorang peserta bedah buku, Martini mengaku senang dengan dilaksanakan program bedah buku bertema dengan judol. Kegiatan yang digelar bisa memberikan pemahaman terkait dengan bahaya judol di masyarakat.
“Bukunya bagus dan materi yang disampaikan sangat informatif sehingga bisa menambah wawasan tentang bahaya judol,” katanya.
Dia pun setuju bahwa praktik judol harus diberantas karena sudah banyak yang menjadi korban hingga menghabiskan harta benda yang dimiliki. “Sudah banyak yang menjadi korban jadi keberadaan judi online memang harus dihentikan,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Ledakan Diduga Obat Petasan Lukai Tiga Warga di Suryodiningratan Jogja
Advertisement
Tips Sehat Mudik Lebaran: Pengemudi Disarankan Istirahat Tiap 2 Jam
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







