Masyarakat Jangan Mudah Termakan Hoaks di Era Banjir Informasi
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan terhindar dari hoaks.
Para peserta bersama para narasumber melakukan salam literasi di Muntuk, Dlingo, Bantul, Senin (27/4/2026)
JOGJA-Kegiatan bedah buku Pilar-Pilar Masyarakat Desa digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) dan DPRD DIY di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka yang mengangkat isu pemberdayaan masyarakat desa, mulai dari penguatan sumber daya manusia hingga pengelolaan potensi ekonomi lokal.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, menilai kegiatan bedah buku tidak hanya sebatas membahas isi bacaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang mampu mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa. “Bedah buku itu tidak hanya sekadar kegiatan biasa, tapi memberikan edukasi dan menciptakan generasi muda yang peduli dengan dunia buku atau tulis-menulis,” ujarnya, Senin.
Ia menekankan pentingnya mendorong partisipasi anak muda dalam kegiatan di tingkat kalurahan, termasuk dalam proses perencanaan dan pengembangan potensi desa. Menurutnya, keterlibatan tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan asli kalurahan. “Maka perlu kita dorong anak-anak muda untuk tampil, diajak rembukan, diajak diskusi untuk membesarkan kelurahan. Konteksnya adalah pendapatan asli kelurahan,” ujarnya.
Amir menyebut peluang pengembangan ekonomi desa cukup terbuka, terutama melalui Badan Usaha Milik Kalurahan. Ia mencontohkan pengelolaan potensi wisata sederhana di wilayah sekitar yang mampu menghasilkan hingga Rp1,5 miliar dalam satu tahun. “Orang datang untuk rekreasi, untuk healing. Itu bisa jadi peluang ekonomi yang besar kalau dikelola dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, penulis buku PilarPilar Masyarakat Desa, Jidda Rabbani, menyampaikan bahwa buku tersebut disusun sebagai acuan bagi kalurahan dalam membangun kemandirian berbasis masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan desa harus berangkat dari peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat mampu menjadi pelaku utama perubahan. “Harapannya buku ini bisa menjadi acuan bagi kelurahan supaya bisa mandiri. Masyarakat harus jadi aktor perubahan untuk desa yang lebih maju,” ungkapnya.
Ia menambahkan sektor wisata desa menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor ini dinilai mampu memberikan tambahan penghasilan bagi warga. “Banyak objek wisata yang bisa dikelola masyarakat sendiri, supaya mereka punya penghasilan dari desa wisata,” ujarnya.
Di sisi lain, Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Muhammad Hadi Pranoto, menyoroti pentingnya membangun kembali budaya membaca di tengah masyarakat.
Ia menyebut minat baca masih menjadi tantangan, terutama di tengah kebiasaan mengakses informasi melalui gawai yang kerap mengganggu konsentrasi. “Kita perlu upaya bersama supaya minat baca kembali menjadi baik. Tantangan sekarang semakin kompleks,” ujarnya.
Hadi menjelaskan membaca tidak hanya berdampak pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan kognitif. Kebiasaan membaca yang disertai menulis tangan, menurutnya, dapat membantu menjaga fungsi otak. “Membaca ditambah menulis tangan minimal 10 menit sehari bisa membantu mencegah penurunan fungsi kognitif,” katanya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan membaca dari lingkungan terkecil, seperti keluarga hingga tingkat RT dan RW. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menyediakan perpustakaan sederhana yang dapat dimanfaatkan bersama.
“Kalau bisa di lingkungan ada perpustakaan kecil, bukunya diputar antarwarga, saling dipinjam,” ujarnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan terhindar dari hoaks.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.