Advertisement

Gus Yasin Lepas 1.142 Pemudik dari Bandung, Beri Fasilitas Kesehatan

Media Digital
Selasa, 17 Maret 2026 - 12:47 WIB
Sunartono
Gus Yasin Lepas 1.142 Pemudik dari Bandung, Beri Fasilitas Kesehatan Gus Yasin lepas 1.142 pemudik gratis dari Bandung ke Jawa Tengah. Cek fasilitas kesehatan gratis dan internet di terminal tujuan mudik 2026 di sini. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, BANDUNG—Ribuan perantau asal Jawa Tengah memadati Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung, dengan antusiasme tinggi untuk pulang ke kampung halaman, Senin (16/3/2026).

Melalui program Mudik Gratis 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memberangkatkan ribuan warga tersebut menggunakan puluhan armada bus yang dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Advertisement

Program ini menjadi solusi bagi para perantau di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman. “Hari ini kita melepas mudik gratis untuk daerah Jawa Barat, Bandung, Cimahi, dan sekitarnya," ujar sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut di sela-sela prosesi keberangkatan.

Sebanyak 23 armada bus dikerahkan untuk mengantar 1.142 pemudik menuju berbagai kabupaten di Jawa Tengah, mulai dari Cilacap, Tegal, hingga Wonogiri. Gus Yasin menegaskan bahwa seluruh aspek keselamatan telah dipastikan melalui pemeriksaan ketat terhadap kru dan armada sebelum menempuh perjalanan jauh.

Tak hanya menjamin keamanan di jalan, Pemprov Jateng juga telah menyiapkan layanan prima di titik kedatangan untuk menyambut para perantau. “Nanti sesampainya di terminal tipe B di Jawa Tengah, kami menyambut dengan pemeriksaan kesehatan kembali. Kami sudah menyiapkan pemeriksaan gratis lewat program spelling. Kami juga menyediakan internet gratis,” kata Gus Yasin.

Tingginya minat masyarakat pada program tahun ini diakui oleh Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniaji. Berdasarkan data survei, terdapat lebih dari 2.300 peminat, namun keterbatasan kuota membuat panitia harus menerapkan seleksi ketat berdasarkan latar belakang ekonomi.

"Saya sampai kewalahan bagaimana menolaknya karena semua adalah teman-teman kita,” kata Farchan. Ia menjelaskan bahwa prioritas utama diberikan kepada pekerja sektor informal seperti pedagang kaki lima, buruh lepas, asisten rumah tangga, guru ngaji, hingga mahasiswa yang memiliki kriteria tertentu.

Data panitia mencatat peserta terbanyak dalam pemberangkatan kali ini berasal dari Cilacap dengan 339 orang, disusul Sukoharjo dan Banjarnegara. Program mudik gratis dari Bandung ini menunjukkan tren peningkatan signifikan setiap tahunnya, membuktikan komitmen pemerintah dalam melayani warga perantau agar dapat berkumpul bersama keluarga di hari kemenangan. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Cuaca Lebaran di Jogja Bisa Berubah Cepat, Ini Kata BMKG

Cuaca Lebaran di Jogja Bisa Berubah Cepat, Ini Kata BMKG

Jogja
| Selasa, 17 Maret 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Rahasia Kamar Tidur Harum Alami: Dari Ventilasi hingga Minyak Esensial

Rahasia Kamar Tidur Harum Alami: Dari Ventilasi hingga Minyak Esensial

Lifestyle
| Selasa, 17 Maret 2026, 08:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement