Pagi Ini, Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer
Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar dua kilometer dari puncak pada Sabtu (28/8/2021) pagi.
Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar dua kilometer dari puncak pada Sabtu (28/8/2021) pagi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan tinggi kubah lava di sebelah barat daya Gunung Merapi bertambah tiga meter berdasarkan pengamatan selama sepekan.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan kubah lava di sebelah barat daya Gunung Merapi mengalami perubahan morfologi.
Gunung Merapi memuntahkan guguran lava pijar sebanyak 20 kali selama 12 jam terakhir. Hal itu terjadi pada periode pengamatan pukul 18.00 WIB hingga 24.000 WIB, Selasa (17/8/2021) dan periode pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, Rabu (18/8/2021).
Hujan abu sedang hingga tebal juga terjadi di Desa Kapuhan, Mangunsari, Soronalan, dan Ketep di Kecamatan Sawangan.
BPPTKG mengimbau agar warga tetap berada di dalam ruangan, mengenakan masker, kacamata dan tutup sumber air jika diperlukan.
Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitasnya pada Senin (16/8/2021) pagi. Awan panas guguran terjadi pukul 05.53 WIB dengan durasi 286 detik dengan jarak luncuran material mencapai 3,5 kilometer dari puncak.
Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Minggu (15/8/2021) dinihari terjadi 10 kali guguran lava pijar serta satu kali awan panas yang mengarah ke barat daya.
Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas pada Sabtu (14/8/2021) pagi. Jarak luncur material tersebut mencapai dua kilometer dari puncak.
Gunung Merapi yang telah ditetapkan Erupsi sejak 4 Januari lalu, saat ini tengah kembali memasuki masa ekstrusi. Masyarakat di sekitar Merapi diimbau untuk tidak beraktivitas di sungai khususnya pada sungai di sisi barat daya dan tenggara.