Merapi Meletus Kamis Pagi, Ini Kawasan yang Mengalami Hujan Abu
Gunung Merapi kembali meletus, Kamis (13/2/2020) pagi. Letusan ini terjadi setelah sekitar tiga bulan sejak letusan terakhir, yakni 17 November 2019,
Gunung Merapi kembali meletus, Kamis (13/2/2020) pagi. Letusan ini terjadi setelah sekitar tiga bulan sejak letusan terakhir, yakni 17 November 2019,
Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah mengalami letusan pada Kamis (13/2/2020) pagi dengan durasi 150 detik. Aktivitas warga di lereng Gunung Merapi, Boyolali terpantau masih normal.
Gunung Merapi erupsi pada Kamis (13/2/2020) pagi ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman merekomendasikan jarak aman pasca-erupsi yakni sejauh 3 km dari puncak Gunung Merapi.
Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah DIY meletus pada Kamis (13/2/2020) pagi ini. Letusan ini terdengar oleh warga yang bermukim sekitar 3,5 km dari puncak Gunung Merapi di Boyolali.
Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah mengalami erupsi pada Kamis (12/2/2020) pagi ini.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi mengalami lima kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Rabu (12/2/2020) mulai pukul 00:00-06:00 WIB.
Kendati potensi banjir lahar hujan masih tinggi, namun hingga kini dia menegaskan dampaknya belum sampai mengancam area permukiman.
Intensitas hujan yang masih tinggi, khususnya yang terjadi di kawasan puncak Merapi, bisa membuat aliran banjir lahar hujan mencapai hingga radius lima kilometer.
Hujan deras di puncak gunung Merapi berdampak pada banjir lahan hujan dengan intensitas kecil di Kali Gendol, Cangkringan, Kamis (6/2/2020). Ini merupakan banjir lahan hujan ketiga yang terjadi tahun ini.
Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 1961 memaksa pengosongan empat desa di wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Keberadaan empat desa yang berjarak sekitar 3 km dari puncak Merapi itu kini ditinggal oleh seluruh penghuninya.