Merapi Semburkan Awan Panas, Warganet: Hujan Pasir
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas, Minggu (17/11/2019).
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas, Minggu (17/11/2019).
Menjelang musim hujan, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja mengingatkan warga dan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar Sungai Gendol yang berhulu di Gunung Merapi.
Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas letusan pada Sabtu (9/11/2019) pukul 06.21 WIB. Sejumlah lokasi di Jawa Tengah yang berdekatan dengan Gunung Merapi dilaporkan hujan abu tipis.
Fenomena awan panas letusan Gunung Merapi pada Sabtu (9/11/2019) pagi kembali dipicu tekanan akumulasi gas vulkanik dari dalam gunung, sama dengan letusan pada 14 Oktober 2019.
Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang seiring terjadinya erupsi Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah pada Sabtu (9/11/2019).
Gunung Merapi yang ada di perbatasan DIY-Jawa Tengah mengalami letusan pada Sabtu (9/11/2019) pagi. Letusan ini menyebabkan hujan abu tipis di sejumlah wilayah di lereng gunung tersebut.
Di lereng Merapi sejauh ini ada 13 unit sistem peringatan dini (EWS) yang sudah terpasang, baik di sisi barat maupun timur. Sayangnya, dari total EWS yang ada, sebagian besar kini dalam kondisi rusak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memperkirakan volume lahar yang tersisa di puncak Merapi sekitar 20 juta-25 juta meter kubik. Early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini tak sepenuhnya berfungsi karena rusak dan ada yang dicuri.
Meskipun secara umum wilayah DIY belum memasuki musim hujan, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman tetap mengantisipasi jauh-jauh hari potensi munculnya lahar hujan dari hulu sungai di lereng Gunung Merapi.
Sempat dinyatakan berpotensi kembali dilanda angin kencang pascakejadian pada Minggu (20/10/2019), kawasan lereng Merapi kini dinilai lebih aman.