Merapi Night Festival, Bukti Dispar DIY Terus Berinovasi
Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menggelar Merapi Night Festival di Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Sabtu (19/10/2019) malam.
Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menggelar Merapi Night Festival di Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Sabtu (19/10/2019) malam.
Sejak Minggu (20/10/2019) malam kawasan Gunung Merapi dilanda angin kencang hingga mencapai 80 km/jam. Diduga, kondisi Merapi saat ini ikut memicu terjadinya angin kencang di lereng Merapi.
Gunung Merapi belakangan kembali aktif dan meluncurkan awan panas.
Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitasnya beberapa waktu terakhir.
Lereng Gunung Merapi, tepatnya di sekitar Lapangan Boyong, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman dijejali oleh ribuan jip, Senin (14/10/2019).
Setelah terjadi letusan awan panas pada Senin (14/10/2019), kondisi aktivitas Gunung Merapi kembali turun.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas letusan dengan tinggi kolom mencapai 3.000 meter atau tiga kilometer pada Senin (14/10/2019) sore. Letusan ini jauh lebih tinggi dibandingkan Minggu (22/9/2019) di mana kolom asap letusan saat itu setinggi kurang lebih 800 meter.
Gunung Merapi mengeluarkan letusan awan panas setinggi kurang lebih 3.000 meter atau tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi, Senin (14/10/2019) pukul 16.31 WIB.
Gunung Merapi mengalami tujuh kali gempa guguran selama periode pengamatan Jumat (4/10/2019) pukul 00.00 sampai 24.00 WIB. Hal itu disebutkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi mengalami empat kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Senin (30/9/2019) mulai pukul 00:00-24:00 WIB.