Juru Kunci Merapi: Awan Panas adalah Sinyal Positif
Juru Kunci Merapi, Mas Bekel Anom Suraksono atau Mas Asih, mengatakan aktivitas Gunung Merapi tidak mengalami perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan erupsi 2010 atau 2006.
Juru Kunci Merapi, Mas Bekel Anom Suraksono atau Mas Asih, mengatakan aktivitas Gunung Merapi tidak mengalami perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan erupsi 2010 atau 2006.
Gunung Merapi terpantau delapan kali meluncurkan awan panas Sabtu (2/3/2019). Meski demikian, jumlah itu jauh lebih sedikit ketimbang jumlah awan panas yang diluncurkan pada 2010 lalu.
Gunung Merapi terpantau delapan kali meluncurkan awan panas Sabtu (2/3/2019). Radius aman belum berubah, yakni 3 kilometer (km).
Dinas Kesehatan menyiapkan masker di semua Puskesmas yang berada di lereng Merapi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu sebagai dampak peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat bisa meminta masker di puskesmas terdekat untuk melindungi diri dari debu vulkanik.
Kawasan lereng Gunung Merapi terjadi hujan abu tipis sebagai dampak dari luncuran awan panas yang terjadi Sabtu (2/3/2019) pagi. Masyarakat kawasan lereng Merapi tetap beraktivitas seperti biasa.
Gunung Merapi kembali mengalami peningkatan aktivitas pada Sabtu (2/3/2019) pagi. Tercatat setidaknya tujuh kali awan panas guguran di Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimal dua kilometer.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja menyimpulkan awan panas yang meluncur pada Senin (25/2/2019) pukul 11.24 WIB tergolong kecil. Jarak luncurnya hanya 1.100 meter atau masih di bawah titik aman yang direkomendasikan sejauh 3km.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas sejauh 1.100 meter Senin (25/2/2019) siang. Ini luncuran awan panas kesekian kalinya sejak 29 Januari lalu.
Aktivitas Gunung Merapi terpantau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), mengalami enam kali gempa guguran pada Sabtu (23/2/2019) pagi.
Balai Penyelidikan dan Pengembang Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja memastikan peralatan yang dimiliki lembaga tersebut belum mendeteksi retakan di sisi barat Gunung Merapi.