Ratusan Warga Mantrijeron Ikuti Uji Kualitas Air Sumur
Kelurahan Mantrijeron menfasilitasi warganya untuk melakukan pengujian kualitas air sumur.
Kelurahan Mantrijeron menfasilitasi warganya untuk melakukan pengujian kualitas air sumur.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja terus melakukan pengujian kualitas air sumur di wilayahnya.
Gunungkidul membutuhkan dana sedikitnya Rp45 miliar untuk mengoptimalkan produksi air bersih dari Sungai Bawah Tanah Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Yogyakarta dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DIY menilai urgen untuk melakukan perbaikan pengelolaan air
Sebanyak 11 sungai besar di Sleman terpantau melampaui ambang batas baku mutu. Aktivitas pertanian dan industri atau usaha diduga menjadi penyebabnya
Baru-baru ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menyatakan hampir semua air sumur, singai, dan embung tercemar dimana terdapat kandungan NO3 (Nitrat) dan
Kualitas air di Kota Jogja sangat buruk dan membahayakan kesehatan. Hampir seluruh air sumur tak lagi bisa diminum akibat tercemar tinja.
DLH Kota Jogja merekomendasikan air sumur di Kota Jogja hanya digunakan untuk mandi dan mencuci, bukan untuk dikonsumsi.
Seluruh sungai di Jogja memiliki kualitas air yang buruk dimana melewati batas baku mutu. Selain sungai, dua embung di Jogja ternyata juga tercemar.
BPBD Gunungkidul memastikan anggaran droping air bersih di tahun ini lebih kecil dibandingkan dengan alokasi di 2022. Total anggaran yang disediakan Rp230 juta