Wisata Halal Ditarget Meningkat 30% di 2019
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan perkembangan wisata halal pada sektor perhotelan maupun restoran meningkat sekitar 20% hingga 30% pada 2019.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan perkembangan wisata halal pada sektor perhotelan maupun restoran meningkat sekitar 20% hingga 30% pada 2019.
Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong para anggotanya untuk memanfaatkan teknologi digital dalam semangat menghadapi Revolusi Industri 4.0.
DIY kembali akan menggelar event bersepeda dengan konsep long distance cycling bertema Exploride for Happiness Life pada Minggu (17/3/2019). Kegiatan yang melewati sejumlah titik kawasan wisata ini diharapkan dapat meraup kunjungan wisatawan hingga 4.000 dalam event tersebut.
Perkembangan wisata di DIY yang dinilai progresif jadi bahan ajar daerah lain, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Setidaknya hal itulah yang mendasari digelarnya Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional III di The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Centre, Sleman, Selasa (12/3/2019).
Pengelolaan objek wisata Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo belum lepas dari masalah. Perang tarif masih terjadi sehingga jasa susur gua dihargai lebih rendah dari kesepakatan antaroperator.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran pariwisata atau e-tourism mutlak digunakan untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu, teknologi juga bisa menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Resmi dibuka pada 14 Februari lalu, objek wisata baru yang dikelola oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) dengan konsep glamorous camping (glamping) yakni De Loano masih menggunakan tarif sementara atas instruksi Menteri Pariwisata Arief Yahya. BOB berharap tarif resmi De Loano dapat ditentukan pada April mendatang.
Event tahunan yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Indonesia (Kadin) DIY bersama Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Jogja Heboh, disebut berhasil meningkatkan okupansi hotel hingga 5%. Event yang mengusung tagline More Than Just a Great Sale ini diselenggarakan pada 1-28 Februari mendatang.
Produk makanan yang dijual di tempat wisata secara perlahan akan distandardisasi oleh Dinas Pariwisata (Dispar) DIY. Hal ini dilakukan sebagai cara meningkatkan kualitas produk kuliner sebagai penunjang usaha pariwisata.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan dapat meraih peringkat pertama tujuan wisata halal dunia sekaligus menjadi destinasi paling ramah terhadap wisatawan muslim versi Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2019.