Pemerintah Diminta Benahi Destinasi Wisata
Pembenahan destinasi wisata diperlukan untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sehingga dapat mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun depan.
Pembenahan destinasi wisata diperlukan untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sehingga dapat mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun depan.
DIY mengubah rencana induk pengembangan kepariwisataan daerah (Riparda). Pariwisata DIY ditarget terus meningkat seiring beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA).
Dimas Gunungkidul dan Diajeng Sleman terpilih sebagai Dimas Diajeng DIY tahun ini. Dalam Malam Penobatan Dimas Diajeng 2018 yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu Jumat (12/10/2018), keduanya berhasil terpilih sebagai yang terbaik di antara 30 orang Dimas dan Diajeng yang mewakili kabupaten/kota di DIY.
Pelancong asal Indonesia kini tak hanya didominasi mereka yang berasal dari kota besar tetapi masyarakat asal kota tier 2 makin tertarik untuk berpergian. Berdasarkan data yang dihimpun Google, tahun ini pertumbuhan pencarian hal-hal berbau perjalanan yang diakses dari kota-kota tier 2 seperti Padang, Bandar Lampung, Malang, Solo, Pekanbaru, Pontianak, Kuta, dan Balikpapan sangat pesat yakni mencapai 45%.
Laju pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang JanuariāAgustus 2018 yang di bawah ekspektasi dapat mengakibatkan target perolehan devisa pariwisata senilai US$17 miliar pada tahun ini diperkirakan gagal tercapai.
Sebanyak tujuh destinasi wisata bakal dikembangkan Pemda DIY.
Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DPD Yogyakarta akan mengembangkan digitalisasi destinasi wisata di Desa Wisata Nglinggo Barat, Kulonprogo. Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Asita Jogja Tourism Festival (AJTF) yang diadakan untuk memperingati Hari Pariwisata Dunia pada 27 September.
Meningkatnya pelancong Tanah Air yang berkunjung ke Negeri Gingseng mendorong Korea Selatan menargetkan 200.000 free independent traveler atau wisatawan independen asal Indonesia hingga akhir tahun ini.
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lawu menggandeng pihak swasta mengelola pariwisata di kawasan hutan di wilayah KPH Lawu. Saat ini sejumlah tempat wisata telah berdiri di kawasan hutan KPH Lawu.
Wisatawan asal Tiongkok merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata DIY. Kendati demikian, DIY perlu peta khusus pariwisata agar dapat sesuai dengan destinasi yang diinginkan oleh pasar Tiongkok.