15 Pasang Dimas Diajeng Jogja Mulai Dikarantina
Pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogja 2019 sudah memasuki fase 30 besar. Ke-15 pasang Dimas dan Diajeng yang terpilih bakal dikarantina selama empat hari mulai Kamis (25/4/2019) hingga Minggu (28/4/2019).
Pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogja 2019 sudah memasuki fase 30 besar. Ke-15 pasang Dimas dan Diajeng yang terpilih bakal dikarantina selama empat hari mulai Kamis (25/4/2019) hingga Minggu (28/4/2019).
Kesadaran akan produk halal sekarang ini semakin meningkat, tentunya diikuti pertumbuhan industrinya, ini merupakan fenomena baru yang memunculkan Wisata Halal (Halal Tourism).
DIY dinilai memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan dalam berbagai jenis wisata, mulai dari wisata sejarah, wisata budaya, wisata alam, termasuk wisata halal.
Usulan Kementrian Pariwisata (Kemenpar) agar homestay dapat dimasukkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, disambut baik oleh pelaku wisata di DIY. Meski begitu selain homestay ada hal lain yang penting untuk ditingkatkan, yaitu sumber daya manusia (SDM).
Guna menyiasati turunnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Internasional Adisutjipto, Jogja, , pelaku wisata diharapkan dapat membaca tren berwisata yang berkembang . Misalnya dengan memberikan alternatif wisata untuk independent travelers.
Kabar penurunan harga tiket pesawat disambut baik oleh para pelaku pariwisata di DIY. Meski begitu, para pelaku wisata masih menunggu sejauh mana penurunan harga tersebut.
Dampak kenaikan tarif tiket pesawat yang sangat tinggi juga berpengaruh kepada berbagai aspek di dalam sektor pariwisata seperti tingkat kunjungan wisatawan ke berbagai lokasi yang biasanya menjadi destinasi pariwisata nasional.
Keberadaan bandara baru di Kuloprogo digadang-gadang akan mampu mendongkrak kunjungan wisata ke DIY termasuk wisatawan mancanegara. Namun, pemerintah dan juga masyarakat harus memetakan lokasi mana yang cocok untuk wisatawan domestik ataupun internasional.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Bantul pada Minggu (17/3/2019) lalu membuat dampak buruk di beberapa sector, salah satunya ialah pariwisata. Jumlah kunjungan wisata setelah terjadinya banjir tersebut menurun hingga 20%.
Revitalisasi kawasan Pecinan rencananya lebih menonjolkan arsitektur-arsitektur Tionghoa. Selain itu, kawasan pecinan juga akan dijadikan kawasan semipedestrian untuk menarik lebih banyak pengunjung. Revitalisasi kawasan Pecinan dianggap akan membangkitkan geliat pariwisata di kawasan pecinan yang selama ini belum dikembangkan dengan baik.