Sambut YIA, Sultan: Jogja Heboh Wajib Dikembangkan
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meminta agar Jogja Heboh terus dikembangkan. Hal ini dilakukan untuk merespons peresmian beroperasinya bandara YIA oleh presiden pada April mendatang.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meminta agar Jogja Heboh terus dikembangkan. Hal ini dilakukan untuk merespons peresmian beroperasinya bandara YIA oleh presiden pada April mendatang.
Dalam mengenalkan destinasi wisata alternatif yang selama ini belum banyak terjamah wisatawan domestik, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan menggelar Jogjavaganza pada Minggu-Selasa (9-11/2/2020).
Pemerintah akan membangun Gerbang Klangon (Samudraraksa) di Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo. Proyek itu merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Srategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan digadang-gadang jadi ikon baru wisata DIY.
Kawasan wisata Tebing Breksi Prambanan menjadi tempat dibukanya event tahunan, Jogja Heboh 2020, Minggu (2/2/2020). Even yang digelar selama low season ini diharapkan tetap menjadi daya tarik wisatawan agar berkunjung ke Jogja.
Pantai Samas akan disulap menjadi kawasan wisata internasional. Namun, Dinas Pariwisata Bantul belum bisa melanjutkan penataan Samas yang sudah dimulai sejak dua tahun lalu karena izin penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata sampai sekarang belum keluar.
Penyebaran virus Corona dinilai belum memengaruhi kondisi perekonomian tetapi telah membuat pelaku wisata waspada. Masyarakat diharapkan tidak mudah termakan berita bohong atau hoaks untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Pelaku wisata menilai agenda wisata di DIY pada 2020 cukup menarik wisatawan. Sayangnya keterlambatan perilisan kalender dan kurang kuatnya unsur budaya lokal dalam agenda wisata membuat wisatawan mancanegara kurang tertarik.
Dinas Pariwisata DIY bertekad terus meningkatkan kualitas wisata dan lama tinggal wisatawan di DIY.
Badan Otorita Borobudur (BOB) mendorong pengemasan pariwisata dengan story telling, tourism friendly yang ramah dan menyenangkan serta mendorong pengembangan industri kreatif.
Wisata Kesehatan yang disepakati terdiri empat klaster yaitu Wisata Medis, Wisata Kebugaran dan Jamu, Wisata Olah Raga dan Wisata Ilmiah kesehatan. Dari keempat klaster tersebut prioritas utama yang dipilih untuk waktu sekarang ini yaitu Wisata Kebugaran dan Jamu yang dianggap memiliki prospek kesehatan, budaya dan ekonomi serta menawarkan tindakan preventif di bidang kesehatan.