Jumlah Hotel & Resto di DIY yang Akan Buka Bertambah
Jumlah hotel dan restoran di DIY yang berencana kembali beroperasi kian bertambah, setelah sebelumnya mereka sempat menyetop sementara operasionalnya lantaran Covid-19.
Jumlah hotel dan restoran di DIY yang berencana kembali beroperasi kian bertambah, setelah sebelumnya mereka sempat menyetop sementara operasionalnya lantaran Covid-19.
Kemenparekraf tengah menyiapkan program Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata tanah air.
Pemangku pariwisata di Bali menyambut baik rencana penerapan normal baru, dengan catatan harus ada ekosistem yang terintegrasi ketika Pulau Dewata sudah benar-benar dibuka kembali untuk wisatawan.
Pelaku pariwisata yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali mengharapkan ekosistem new normal yang terintegrasi ketika Bali benar-benar dibuka untuk kunjungan wisatawan di tengah pandemi Covid-19.
Di tengah pandemi Covid-19, objek wisata Kaliurang dan Breksi, sedang bersiap melayani pengunjung dengan konsep new normal.
Bagi masyarakat yang berencana pergi ke objek wisata di Bantul, sepertinya harus segera menunda niatnya sampai waktu yang belum ditentukan. Sebab, seluruh objek wisata di Bantul dipastikan tutup dan dijaga oleh petugas. Selama penutupan itu, objek wisata fokus berbenah dan memperbaiki fasilitas guna peningkatan pelayanan.
Industri pariwisata dunia diprediksi mencatatkan kinerja terburuk sejak 1950 dan kehilangan pendapatan hingga triliunan dolar AS akibat pandemi Corona.
Bank Indonesia (BI) DIY berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, dan Jasa Dharma Indonesia menggelar pelatihan pariwisata secara daring.
Dinas Pariwisata DIY bersiap menyambut kembali kedatangan wisatawan di seluruh destinasi untuk menyongsong new normal atau tatanan kehidupan baru yang dijalani selama dan setelah pandemi Covid-19.
Revolusi Industri 4.0 dan pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sendi kehidupan. Kedua hal itu pula yang memicu munculnya istilah baru bernama New Normal yang menggambarkan kondisi di mana kebiasaan lama tidak lagi menjadi patokan di dalam berbisnis, berusaha, dan sebagainya.