Selama Masa Penanganan Corona, Saatnya Pariwisata DIY Berbenah
Sejumlah hal mesti dilakukan untuk menyambut wisatawan di DIY pascapandemi Corona mereda.
Sejumlah hal mesti dilakukan untuk menyambut wisatawan di DIY pascapandemi Corona mereda.
Dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menutup seluruh objek wisata pantai di wilayah ini terhitung sejak 24 Maret 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat secara resmi menutup semua akses masuk ke seluruh kawasan objek wisata, selama 14 hari ke depan sebagai langkah cepat pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Alih-alih mendapatkan cuan bagi industri pariwisara, stimulus pariwisata malah menjadi penyumbang merebaknya Covid-19 di Indonesia. Perlu ada langka penyelamatan pariwisata yang harus dilakukan oleh pemerintah.
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menilai penyesuaian gaji pada karyawan ditengah pandemi Corona disesuaikan dengan kebijakan tiap perusahaan masing-masing.
Dampak virus Corona terus dirasakan di berbagai lini, termasuk pariwisata. Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Timur (Jatim) pun mengantisipasi kerugian dengan memberlakukan potong gaji bagi karyawan.
Prospek bisnis agen perjalanan atau travel pada tahun ini tidak cukup hoki. Virus Covid-19 diperkirakan yang menyerang lalu lintas orang dan barang.
Pemerintah DIY mengubah pernyataan terkait dengan pariwisata lokal. Kebijakan ini untuk menyikapi dampak virus Corona yang merebak di sejumlah wilayah di Indonesia.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Pariwisata DIY terus mengampanyekan Jogja aman untuk dikunjungi wisatawan. Dinas Pariwisata pun tidak merevisi target kunjungan dan ada memaksimalkan wisatawan nusantara (wisnus).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menilai penambahan hari libur dan cuti bersama pada 2020 akan memberi dampak positif pada kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif Tanah Air.