Sri Mulyani Sebut APBN Defisit Rp336,9 Triliun hingga Juli 2021
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengungkapkan defisit APBN tercatat sebesar Rp336,9 Triliun hingga Juli 2021. Ini data-data realisasi APBN 2021 terbaru.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengungkapkan defisit APBN tercatat sebesar Rp336,9 Triliun hingga Juli 2021. Ini data-data realisasi APBN 2021 terbaru.
Presiden yang masih memakai baju adat Baduy, menyampaikan sejumlah poin terkait dengan asumsi ekonomi makro, RAPBN 2022 hingga target pembangunan tahun depan.
Serapan belanja negara yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 hingga semester I/2021 di DIY mencapai 50,22% dari total pagu yang diterima.
Sri Mulyani mengklaim salah satu fokus APBN adalah untuk penanganan kesehatan agar angka Covid-19 lebih terkendali.
APBN bekerja sangat keras demi menjaga ekonomi yang tengah lesu dihantam Covid-19. Dalam dua bulan saja, belanja yang dikeluarkan sebesar Rp266,7 triliun.
Defisit ini lebih rendah dari sasaran di dalam Perpre 72/2020 sebesar Rp1.039,2 atau 6,34 persen PDB.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir November 2020 tercatat telah mencapai Rp 1.423 triliun, sementara untuk belanja negara mencapai Rp 2.306,7 triliun.
Defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Indonesia hingga September 2020 menembus Rp682,1 triliun atau 4,16% dari pendapatan domestik bruto. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut negara lain bisa sampai 20%.
Sampai September 2020 saldo kas anggaran yang masih mengendap di rekening pemerintah daerah (pemda) mencapai Rp239,5 triliun. Jumlah ini naik Rp12,4 triliun dibandingkan Agustus 2020 yang hanya tercatat saldo senilai Rp227,1 triliun.
Pemerintah menegaskan bahwa pelebaran defisit dalam APBD merupakan defisit yang dibiayai dari Pinjaman Daerah dan Pinjaman PEN Daerah.