Bantul Baru Punya 35 Unit Dump Truck
Sampai kini DLH Bantul baru memiliki dump truck sebanyak 35 unit, sedangkan jumlah dump truck swasta hasil rekomendasi dari DLH adalah sebanyak 10 unit.
Sampai kini DLH Bantul baru memiliki dump truck sebanyak 35 unit, sedangkan jumlah dump truck swasta hasil rekomendasi dari DLH adalah sebanyak 10 unit.
Paguyuban pengusaha angkutan sampah swasta yang tergabung dalam wadah Eker-Eker Golek Menir meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mengkaji ulang soal kendaraan yang diperbolehkan mengangkut sampah ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
Volume sampah di Sleman yang diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Piyungan (TPST) Piyungan menyusut selama pandemi Covid-19.
Hingga kini, baru ada 39 dump truck di wilayah Sleman yang telah mendapat rekomendasi dari UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman.
Ratusan ton sampah yang sempat tertahan selama lima hari di depo-depo Sleman mulai diangkut ke TPA Piyungan, Bantul. Puluhan armada damp truck milik DLH Sleman dikerahkan agar seluruh sampah bisa terangkut.
Pasca-penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan oleh warga sekitar beberapa hari lalu, pengusaha angkutan sampah harus ekstra kerja keras dalam mengangkut sampah yang sempat menumpuk.
Penutupan TPA Piyungan untuk sementara waktu akan berdampak pada ribuan ton sampah di wilayah Sleman yang tidak terangkat. Warga untuk sementara diminta mengelola sampah secara mandiri.
Pemda DIY bakal memperketat proses pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan mulai 1 Mei mendatang.
Masyarakat mulai merasakan dampak penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Piyungan, Bantul. Seperti yang dirasakan warga Kampung Pengok, Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Jogja.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Suyana, mengatakan pengelola TPA Piyungan menutup layanan selama tiga hari dikarenakan salah satu alat beratnya rusak, sehingga tidak bisa menguruk tanah.